Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahEkonomiLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPertanianSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Jelang Ramadan, Babinsa Sandik Kawal Serapan Gabah Petani Batulayar

×

Jelang Ramadan, Babinsa Sandik Kawal Serapan Gabah Petani Batulayar

Share this article

Lombok Barat, NTB – Hamparan sawah di Dusun Tato, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, tampak lebih hidup dari biasanya. Di tengah aktivitas panen, hadir sosok berseragam loreng yang tak sekadar menyapa, tetapi ikut memastikan hasil kerja keras petani benar-benar bernilai, Rabu (18/2/2026).

 

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sandik dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari melaksanakan pendampingan penyerapan gabah hasil panen Kelompok Tani (Poktan) Aikare. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di daerah menjelang Bulan Ramadan.

 

Babinsa Sandik, Sertu Subawaeh, menegaskan bahwa pendampingan dilakukan bersama pihak terkait agar proses penyerapan gabah berjalan tertib dan sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

 

“Pelaksanaan pendampingan ini bertujuan memastikan gabah petani terserap maksimal dan sesuai ketentuan. Kehadiran kami juga untuk memberikan rasa aman dan kepastian kepada petani dalam setiap proses transaksinya,” ujarnya di sela kegiatan.

 

Bagi para petani, kepastian harga dan pembeli merupakan hal krusial. Setelah berbulan-bulan merawat tanaman padi, kekhawatiran terbesar adalah harga anjlok saat panen raya. Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi suntikan semangat tersendiri.

 

H. Noar (56), pemilik lahan di Poktan Aikare, mengaku bersyukur atas dukungan tersebut. “Kami menyambut baik pendampingan ini. Dengan adanya Babinsa, proses penyerapan lebih lancar dan kami merasa diperhatikan. Harapan kami, sinergi ini terus berlanjut demi ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Pendampingan ini juga merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD untuk mendukung petani meningkatkan produksi. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan kelompok tani diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan di Lombok Barat, sekaligus menjaga kesejahteraan petani sebagai garda terdepan penyedia pangan bangsa.

 

Di balik bulir-bulir gabah yang menguning, tersimpan harapan besar yakni sawah tetap produktif, harga tetap stabil, dan petani tetap tersenyum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…