Berita

Bhabinkamtibmas Desa Mumbu Laksanakan Pengecekan Lahan Jagung Dukung Ketahanan Pangan

×

Bhabinkamtibmas Desa Mumbu Laksanakan Pengecekan Lahan Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa Mumbu Polsek Woja, BRIGPOL Akbar, melaksanakan kegiatan pengecekan tanaman jagung di lahan pertanian milik warga binaannya, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 13.40 WITA.

Kegiatan tersebut berlangsung di So O’o Ntika, Dusun Madamina, Desa Mumbu, tepatnya di lahan jagung milik Bapak Hasan dengan luas sekitar 2 hektar, yang merupakan lahan binaan Waka Polres Dompu KOMPOL Tohir, S.H.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman jagung serta memberikan motivasi dan imbauan kepada pemilik lahan agar terus melakukan perawatan secara optimal guna memperoleh hasil panen yang maksimal.

Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman jagung milik Bapak Hasan terpantau dalam keadaan baik dan sehat. Rencana panen jagung dijadwalkan akan dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, apabila tidak terkendala faktor cuaca, dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 14 ton.

Kapolsek Woja, IPTU Muh. Norkurniawan, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan mempererat hubungan kemitraan dengan warga.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Bhabinkamtibmas dalam mendampingi dan memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus produktif serta merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas,” ujar IPTU Muh. Norkurniawan, S.H.

Sementara itu, BRIGPOL Akbar juga mengajak warga binaannya yang memiliki lahan jagung agar selalu memperhatikan pola perawatan tanaman, menjaga kebersihan lahan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait apabila mengalami kendala di lapangan.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas yang terus hadir mendampingi masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen Polres Dompu dalam mendukung program pemerintah serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan yang harmonis antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan hasil pertanian demi kesejahteraan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…