Berita

Coba Kabur Saat Dihentikan, Seorang Pria Asal KSB Berhasil Diringkus Tim Opsnal Polres Sumbawa

×

Coba Kabur Saat Dihentikan, Seorang Pria Asal KSB Berhasil Diringkus Tim Opsnal Polres Sumbawa

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Sumbawa kembali berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu dalam jumlah signifikan. Seorang pria berinisial S alias R (46), asal Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), diringkus petugas setelah sempat mencoba melarikan diri di wilayah Desa Luar, Kecamatan Alas, pada Senin siang (26/01/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba IPTU Harirustaman, S.H., mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai maraknya transaksi narkoba di wilayah tersebut. “Terduga pelaku kami amankan bersama barang bukti sabu dengan berat bruto mencapai 45,60 gram yang rencananya akan diedarkan ke luar wilayah Sumbawa,” jelas Kasat.

Penangkapan bermula saat Tim Opsnal mendapatkan informasi mengenai seorang pria yang menggunakan sepeda motor merah baru saja melakukan transaksi narkoba di Desa Luar. Sekitar pukul 14.00 WITA, petugas mendapati pria dengan ciri-ciri tersebut melintas.

“Saat hendak diberhentikan, pelaku S alias R justru memutar balik kendaraannya dan mencoba melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi hingga akhirnya petugas berhasil menyudutkan dan mengamankan pelaku di sebuah gang sempit di Desa Luar.” ujar Iptu Harirustaman.

Dengan disaksikan oleh saksi umum setempat, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh. Meski tidak ditemukan barang terlarang pada badan pelaku, petugas berhasil menemukan satu poket besar narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik hitam dan tisu, tersembunyi di dalam kantong depan sebelah kiri sepeda motor yang dikendarainya.

Dari hasil interogasi sementara, pelaku mengakui bahwa barang haram tersebut miliknya yang didapatkan dari seorang perempuan di sebuah rumah kos. Namun, saat tim melakukan pengembangan ke lokasi kos yang dimaksud, kamar tersebut ditemukan dalam keadaan kosong tanpa penghuni.

Saat ini terduga pelaku beserta seluruh barang bukti berupa 1 poket besar narkotika jenis sabu dengan berta bruto 45,60 gram, 1 unit sepeda motor yamaha Nmax yang digunakan terduga pelaku, 1 unit Hp Android, plastik hitam, dan selembar tisu telah diamankan di Mapolres Sumbawa untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…