Bali NusraBencanaBencana AlamBeritaBerita NTBBinkamBreaking NewsDaerahKamtibmasKeamananLalu LintasLalulintasLingkunganLombokLombok BaratMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPeristiwaSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Pohon Tumbang, Babinsa Kodim 1606 Bergerak Cepat

×

Pohon Tumbang, Babinsa Kodim 1606 Bergerak Cepat

Share this article

Mataram, NTB – Cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Lombok kembali menimbulkan dampak bagi aktivitas masyarakat. Sejumlah pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang terjadi di beberapa titik strategis, seperti di Jalan Pariwisata Senggigi, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, serta di Jalan Sriwijaya, Lingkungan Gebang Timur, Kota Mataram, Selasa (20/1/2026).

 

Merespons cepat kondisi tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram bersama petugas terkait, dan warga setempat berjibaku melakukan pembersihan pohon tumbang demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas.

 

Di wilayah Desa Senteluk, Babinsa Pelda Zulkipli dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari melaporkan bahwa pohon tumbang tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga menumbangkan tiang listrik, sehingga sempat menyebabkan kemacetan dan kekhawatiran bagi pengguna jalan, khususnya di jalur wisata Senggigi yang cukup ramai.

 

“Situasi sempat rawan karena tiang listrik ikut roboh. Namun berkat kerja sama Babinsa, warga, dan petugas terkait, pembersihan serta pengamanan berhasil dilakukan sehingga arus lalu lintas kembali normal,” ungkap Pelda Zulkipli.

 

Sementara itu, di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Babinsa Pagesangan Timur Serka Moh. Johan Erikson dari Koramil 1606-05/Mataram bersama warga membersihkan ranting dan dahan pohon besar yang menghalangi akses jalan di depan salah satu hotel. Kesigapan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, S.E., yang turun langsung meninjau lokasi.

 

Dalam kesempatan itu, H. Nizar menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif dan respons cepat TNI, khususnya Babinsa, dalam mengantisipasi potensi bencana di wilayah perkotaan. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

 

“Kepedulian dan kehadiran Babinsa di tengah masyarakat sangat membantu. Kami mengajak seluruh warga untuk tetap waspada, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang,” pesannya.

 

Kegiatan ini menjadi cerminan nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, sekaligus wujud kepedulian Babinsa terhadap keselamatan warga di tengah ancaman bencana alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…