Bali NusraBencanaBeritaBerita NTBBinkamBreaking NewsDaerahKamtibmasKeamananLingkunganLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPatroliPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Waspadai Gelombang Tinggi Pantai Gading

×

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Waspadai Gelombang Tinggi Pantai Gading

Share this article

Mataram, NTB – Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi diperkirakan masih akan melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang laut, khususnya di wilayah pesisir yang menjadi tumpuan aktivitas masyarakat nelayan. Menyikapi situasi itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jempong Baru, Komando rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan, bersama Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan pemantauan kondisi gelombang laut di Pantai Gading, Lingkungan Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (20/1/2026).

 

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab aparat kewilayahan dalam memastikan keselamatan warga pesisir, khususnya para nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari laut. Babinsa Jempong Baru, Serka Samsuri, mengatakan bahwa pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi riil gelombang laut sekaligus mengantisipasi potensi bahaya akibat cuaca ekstrem.

“Curah hujan yang tinggi sangat berpengaruh terhadap kondisi laut. Oleh karena itu, kami bersama Bhabinkamtibmas turun langsung untuk memantau perkembangan gelombang sekaligus memastikan situasi di wilayah binaan tetap aman dan kondusif,” ujar Serka Samsuri.

 

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga menyempatkan diri berdialog dengan nelayan dan warga sekitar pantai. Mereka memberikan imbauan agar masyarakat selalu waspada, mengutamakan keselamatan diri, serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai berbahaya.

 

“Kami mengimbau nelayan agar selalu memperhatikan informasi cuaca dan tidak ragu menunda aktivitas melaut demi keselamatan bersama,” tambahnya.

 

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat pesisir mendapat respons positif dari warga. Selain memberikan rasa aman, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi TNI–Polri dalam melindungi masyarakat dari potensi ancaman bencana alam, khususnya di wilayah pesisir Kota Mataram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…