Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKLULombokLombok UtaraLotaraNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPelajar & MahasiswaPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Mahasiswa KKN dan Babinsa Bersinergi Jaga Mata Air Desa

×

Mahasiswa KKN dan Babinsa Bersinergi Jaga Mata Air Desa

Share this article

Lombok Utara, NTB – Nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tumbuh kuat di tengah masyarakat Dusun Mekar Sari, Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Hal tersebut tercermin dalam gotong royong pembersihan mata air yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas generasi, Senin (19/1/2026).

 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Mumbul Sari, Serka Muh. Adimudin, ini turut diikuti oleh staf pemerintah desa, warga, serta mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mataram (UNRAM). Mata air yang menjadi fokus kegiatan merupakan sumber utama kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitar, sehingga kebersihan dan kelestariannya menjadi perhatian bersama.

 

Dengan peralatan sederhana dan semangat gotong royong, peserta bahu-membahu membersihkan area sekitar mata air dari sampah, rumput liar, dan endapan yang berpotensi mencemari sumber air. Suasana kebersamaan terasa hangat, memperlihatkan kuatnya ikatan sosial antara TNI dan masyarakat binaan.

 

Serka Muh. Adimudin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih lingkungan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya alam.

“Gotong royong ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Mata air adalah sumber kehidupan, jika tidak kita jaga bersama, dampaknya akan dirasakan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

 

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Mumbul Sari, Mujitahidin, A.Md., yang menilai kolaborasi antara Babinsa, warga, dan mahasiswa KKN memberikan energi positif bagi desa.

“Mata air ini sangat vital bagi kehidupan warga. Kegiatan seperti ini mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.

 

Sementara itu, mahasiswa KKN UNRAM mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan secara nyata di tengah masyarakat.

 

Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Mumbul Sari untuk menjaga kelestarian mata air dan lingkungan sekitar semakin meningkat, demi keberlanjutan hidup, kesehatan, serta ketahanan lingkungan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…