Bali NusraBencanaBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokLombok UtaraLotaraNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Komsos Babinsa Bangun Keselamatan Nelayan di Tengah Badai

×

Komsos Babinsa Bangun Keselamatan Nelayan di Tengah Badai

Share this article

Lombok Utara, NTB – Cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi perhatian serius berbagai pihak. Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat berpotensi membahayakan keselamatan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut. Menyikapi kondisi tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Segara Katon, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-10/Gangga, bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama para nelayan di Pantai Karakas, Dusun Karakas, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (17/1/2025).

 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan nelayan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir. Babinsa Segara Katon, Sertu Agung Wijaya, mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaut serta mengutamakan faktor keselamatan kerja di laut.

 

“Keselamatan adalah hal utama. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi gelombang dan angin tidak memungkinkan,” tegas Sertu Agung Wijaya di hadapan para nelayan.

 

Ia juga mengajak para nelayan untuk saling berkoordinasi dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat di laut, sehingga dapat dilakukan langkah cepat dan tepat guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Imbauan tersebut mendapat respons positif dari para nelayan. Irfan (35), salah satu nelayan Pantai Karakas, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bapak Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Untuk beberapa hari ke depan kami memilih tidak melaut karena cuaca memang cukup ekstrem,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, untuk mengisi waktu selama cuaca belum bersahabat, para nelayan memanfaatkan waktu dengan membersihkan jaring dan memperbaiki peralatan tangkap.

 

“Harapan kami cuaca segera stabil, supaya kami bisa kembali melaut dan mencari nafkah,” kata Irfan.

 

Melalui kegiatan Komsos ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara aparat teritorial dan masyarakat nelayan. Selain itu, kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di tengah cuaca ekstrem dapat terus meningkat demi menjaga keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…