Bali NusraBeritaBerita NTBLombokLombok BaratNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRI

TNI–Aparat Desa Hadir di Tengah Banjir Kuripan

×

TNI–Aparat Desa Hadir di Tengah Banjir Kuripan

Share this article

Lombok Barat, NTB – Hujan deras yang mengguyur wilayah Lombok Barat dan sekitarnya pada Rabu malam (14/01/2026) mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan saluran air sungai meluap dan merendam permukiman warga di Dusun Tunggulawang Timur dan Dusun Tunggulawang Barat, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Menyikapi situasi tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kuripan Selatan, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, Serka Mas’ud, bersama Kepala Dusun, aparat desa, serta unsur terkait langsung turun ke lokasi terdampak. Kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk memantau kondisi wilayah, memastikan keselamatan warga, serta melakukan langkah-langkah penanganan awal pasca banjir.

Serka Mas’ud menegaskan bahwa respon cepat merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendampingi masyarakat di wilayah binaan.

“Kami hadir untuk memastikan warga dalam kondisi aman serta membantu upaya penanganan awal akibat banjir. Kami juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan aparat desa serta instansi terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Tunggulawang Barat, Suherlan, S.Pd., menjelaskan bahwa luapan air sungai terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang berlangsung cukup lama.

“Beberapa rumah warga terendam air. Kami bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas turun langsung untuk melihat kondisi warga dan memastikan mereka mendapatkan pendampingan,” ungkapnya.

Menurut Suherlan, kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat memberikan rasa aman serta motivasi bagi warga yang terdampak musibah. “Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar penanganan dan antisipasi banjir ke depan dapat dilakukan secara lebih maksimal,” tandasnya.

Langkah sigap Babinsa bersama aparat desa ini menjadi bukti nyata sinergi TNI dengan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Lombok Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…