Berita

Pohon Tumbang Tutup Jalan di Desa Luk, Personel Polsek Rhee Sigap Evakuasi dan Atur Lalu Lintas

×

Pohon Tumbang Tutup Jalan di Desa Luk, Personel Polsek Rhee Sigap Evakuasi dan Atur Lalu Lintas

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Respon cepat ditunjukkan oleh jajaran Polsek Rhee saat menindaklanjuti laporan adanya pohon tumbang yang menutup akses jalan utama di Jl. Sumbawa-Tano, tepatnya di depan PT. Sinar Bali, Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kamis pagi (15/01/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Rhee Ipda Romy Octovian Munir, menyampaikan bahwa tindakan cepat anggota piket jaga merupakan wujud nyata pelayanan Polri dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. “Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama, sehingga evakuasi material pohon harus dilakukan segera secara bergotong-royong bersama warga sekitar.” ujar Kapolsek.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA tersebut melibatkan anggota piket jaga Polsek Rhee yang bahu-membahu bersama masyarakat Dusun Luk Karya. Dengan menggunakan alat seadanya, petugas dan warga membersihkan dahan serta batang pohon yang sempat menutupi sebagian badan jalan sehingga akses kendaraan sempat terganggu.

Sembari proses pembersihan berlangsung, sebagian personel Polsek Rhee dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas (strong point) di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kemacetan panjang serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas di jalur lintas provinsi tersebut.

“Kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara Polsek Rhee dengan warga masyarakat Desa Luk. Partisipasi aktif warga dalam membantu petugas menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.” tambah Ipda Romy.

Hingga saat ini, material pohon telah berhasil dibersihkan sepenuhnya dan arus lalu lintas di Jl. Sumbawa-Tano kembali normal. Situasi di wilayah hukum Polsek Rhee secara umum terpantau aman dan kondusif. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…