Bali NusraBeritaBerita NTBBreaking NewsDaerahLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniOtomotifPemerintahanPeristiwaSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Dandim 1606 Mataram Sambut Pejuang Mimpi Tunawicara

×

Dandim 1606 Mataram Sambut Pejuang Mimpi Tunawicara

Share this article

Mataram, NTB – Semangat pantang menyerah dan keberanian menembus keterbatasan kembali mengalir kuat di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Jl. Pejanggik No.7, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr(Han)., menerima kunjungan dua perwakilan disabilitas tunawicara, Muhammad Rusli (30) dan Arief (32), yang telah menuntaskan perjalanan luar biasa berkeliling Indonesia dengan mengendarai sepeda motor.

 

Keduanya memulai perjalanan dari Makassar dan menjelajah berbagai penjuru Nusantara selama dua tahun, membawa satu pesan kuat: keterbatasan komunikasi bukanlah penghalang untuk bermimpi dan berkarya. Dengan bahasa isyarat, tulisan, serta keteguhan hati, Rusli dan Arief membuktikan bahwa tekad dapat melampaui segala batas.

 

Dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, terungkap pula kisah pilu yang sempat menimpa perjalanan mereka. “Salah satu sepeda motor yang digunakan Rusli dilaporkan hilang di Surabaya saat keduanya beristirahat,” ujar Arief saat berbagi kisah perjalannya bersama Dandim 1606/Mataram di ruang kerjanya.

 

Musibah tersebut sempat mengguncang perjalanan panjang yang telah ditempuh dengan penuh perjuangan. Namun, alih-alih menyerah, keduanya memilih untuk tetap melanjutkan misi hidup mereka.

 

Dandim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr(Han)., menyampaikan apresiasi dan penghormatan mendalam atas keberanian serta keteguhan hati Rusli dan Arief. Menurutnya, kisah ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi tentang perjalanan jiwa, yang sarat nilai keteladanan, keberanian, dan inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda.

 

“Kisah mereka adalah pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi mimpi. Justru semangat dan keyakinanlah yang menentukan sejauh apa seseorang melangkah,” ujar Dandim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr(Han).

 

Kunjungan tersebut menjadi momen reflektif bahwa inklusi, kepedulian, dan penghargaan terhadap penyandang disabilitas harus terus diperkuat. Rusli dan Arief bukan hanya pelancong Nusantara, melainkan duta semangat kemanusiaan, yang mengajarkan arti ketekunan, keberanian, dan harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…