Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahKeamananLingkunganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Hujan Intens, Babinsa Pantau Bendungan Meninting

×

Hujan Intens, Babinsa Pantau Bendungan Meninting

Share this article

Lombok Barat, NTB – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur beberapa wilayah Lombok Barat (Lobar) sejak malam hingga siang hari mendorong aparat kewilayahan meningkatkan kewaspadaan. Sebagai langkah antisipatif, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bukit Tinggi, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Serda Suherman, melaksanakan pemantauan langsung terhadap debit air Bendungan Meninting, Desa Bukit Tinggi, Gunungsari, Lobar, Nusa Tenggara Barat, Minggu sore (14/12/2025).

 

Pemantauan dilakukan guna memastikan kondisi bendungan tetap aman serta tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai. Dari hasil pengecekan di lapangan, debit air Bendungan Meninting terpantau masih dalam batas normal dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume air akibat hujan yang berlangsung cukup lama.

 

Dalam laporannya, Serda Suherman menyampaikan bahwa hingga saat ini situasi bendungan masih aman. “Kami terus melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

 

Kegiatan tersebut turut melibatkan petugas keamanan Bendungan Meninting, yaitu Junaidi, Somawan, Marwan, Ilham Kholik, Suhardi, dan Suparman.

 

Salah satu petugas security, Junaidi, menyampaikan bahwa koordinasi antara petugas bendungan dan Babinsa berjalan dengan baik. “Sejak hujan deras, kami meningkatkan pengawasan. Kehadiran Babinsa sangat membantu dalam memastikan kondisi bendungan tetap terpantau dan aman,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Komandan Koramil (Danramil) 1606-07/Gunungsari, Kapten Inf Hamdan, menegaskan bahwa pemantauan bendungan merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam menjaga keselamatan masyarakat.

 

Menurutnya, kesiapsiagaan aparat di lapangan sangat penting, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Lombok Barat. “Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya pada situasi yang berpotensi menimbulkan bencana. Pemantauan bendungan ini adalah langkah preventif agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tegas Danramil.

 

Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga memberikan imbauan kepada warga sekitar agar tetap waspada serta segera melaporkan apabila terjadi kenaikan debit air secara signifikan. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir risiko serta mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat.

 

Sebagai bagian dari mitigasi bencana, Koramil jajaran Kodim 1606/Mataram terus menginstruksikan seluruh Babinsa agar aktif memantau wilayah binaan, khususnya titik-titik rawan seperti bendungan dan aliran sungai. Sinergi antara TNI, petugas keamanan bendungan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

 

Hingga saat ini, kondisi di sekitar Bendungan Meninting terpantau aman dan kondusif. Pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, seiring masih adanya potensi hujan susulan. Kodim 1606/Mataram melalui Koramil dan Babinsa mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu berkoordinasi dengan aparat setempat.

 

Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam menjaga keselamatan rakyat serta memastikan stabilitas wilayah, terutama di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…