Berita

Kapolda Sumut Tinjau Langsung Kondisi Pasca Bencana di Sibolga, Pastikan Penanganan Berjalan Optimal

×

Kapolda Sumut Tinjau Langsung Kondisi Pasca Bencana di Sibolga, Pastikan Penanganan Berjalan Optimal

Share this article

 

SIBOLGA – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., turun langsung meninjau kondisi wilayah terdampak bencana alam tanah longsor di wilayah hukum Polres Sibolga, Jumat (05/12/2025) pagi. Kehadiran Kapolda bersama rombongan pejabat utama Polda Sumut menjadi bentuk perhatian serius Polri dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan humanis.

Sekira pukul 09.00 WIB rombongan tiba di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kehadiran Kapolda disambut langsung oleh Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H., dan Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si.

Adapun pejabat utama Polda Sumut yang turut mendampingi di antaranya Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Victor Togi Tambunan, Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rudi Rifani, serta Danyon A Satbrimob Kompol Muktar Kadolli.

Usai melakukan koordinasi awal, Kapolda bersama rombongan bergerak menuju Depot TBBM Pertamina Sibolga untuk memastikan ketersediaan pasokan energi di tengah situasi pascabencana. Ia menegaskan bahwa distribusi bahan bakar ke masyarakat harus tetap berjalan dengan baik, sehingga aktivitas warga tidak terganggu.

“Kami ingin memastikan bahwa layanan publik, termasuk ketersediaan BBM, tetap aman dan tidak terhambat meskipun wilayah ini baru terdampak bencana. Polri hadir untuk memastikan hal itu terjamin,” ujar Kapolda saat mengecek kondisi lapangan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Kapolda bergerak ke Polres Sibolga untuk meninjau kesiapan dapur umum serta mengecek sejumlah personel yang terdampak langsung akibat bencana. Polda Sumut memastikan bahwa anggota yang rumahnya terdampak tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.

“Polri tidak hanya bertugas melayani masyarakat, tetapi juga memastikan anggota yang turut menjadi korban mendapat perhatian yang baik. Itu bagian dari komitmen institusi,” tegas Kapolda.

Selain memonitor sarana logistik dan personel, Kapolda juga memastikan bahwa seluruh langkah cepat penanganan sudah berjalan, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan akses dan fasilitas umum.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa kehadiran Polda Sumut di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab institusi untuk hadir di tengah masyarakat terutama pada situasi darurat.

“Bapak Kapolda secara khusus berpesan agar seluruh personel di wilayah terdampak terus memberikan pelayanan terbaik, hadir 24 jam, dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran Polri secara nyata. Penanganan pascabencana tidak hanya soal respons cepat, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan ketertiban,” ujar Kabid Humas.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.40 WIB. Situasi selama kunjungan berjalan aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan yang dilakukan Sat Lantas dan pengawasan jalur informasi oleh Sat Intelkam Polres Sibolga.

Polda Sumut menegaskan bahwa monitoring dan dukungan logistik akan terus berjalan, baik untuk masyarakat maupun untuk personel yang turut menjadi korban. Dengan sinergi semua pihak, pemulihan wilayah terdampak diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…