Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLingkunganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

TMMD Kodim 1606 Mataram Bangun Hidram Demi Air untuk Rakyat

×

TMMD Kodim 1606 Mataram Bangun Hidram Demi Air untuk Rakyat

Share this article

Lombok Barat, NTB — Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus dikuatkan di Dusun Awang Madia, Desa Giri Madia, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, personel Satuan Tugas (Satgas) bersama warga setempat bergotong royong melakukan pemasangan pipa pompa Hidram, Jum’at (31/10/2025).

 

Pekerjaan ini merupakan salah satu sasaran tambahan dalam program TMMD ke-126 Kodim 1606 Mataram, yang ditujukan untuk memperlancar aliran air dari sumber mata air menuju bak penampungan utama. Dengan demikian, warga dapat menikmati akses air bersih yang lebih merata untuk kebutuhan sehari-hari serta mendukung kegiatan sehari-hari di wilayah tersebut.

 

Sertu Dewa Made Artayasa, yang bertindak sebagai kepala tukang di lapangan, mengungkapkan bahwa semangat gotong royong menjadi faktor utama keberhasilan pekerjaan fisik di medan TMMD.

 

“Pemasangan pipa dari mata air ke bak sekunder ini bertujuan memperlancar alirannya ke bak penampung. Dengan kebersamaan antara Satgas dan masyarakat, semua pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama antara TNI dan warga merupakan cerminan nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat—sebuah nilai luhur yang selalu menjadi roh dalam setiap pelaksanaan TMMD.

 

“Harapannya, manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung kebutuhan air bersih,” tambahnya.

 

“Kehadiran TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, namun juga memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat pedesaan,” tegas Kepala Desa Giri Madia, Samiudin.

 

Di Giri Madia, air kini bukan sekadar sumber kehidupan, tapi juga simbol persatuan antara TNI dan rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…