Bali NusraBencanaBeritaBerita NTBDaerahLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Jam Komandan Kodim 1606/Mataram: Antara Kepedulian, Disiplin, dan Pengabdian

×

Jam Komandan Kodim 1606/Mataram: Antara Kepedulian, Disiplin, dan Pengabdian

Share this article

Mataram, NTB – Suasana pagi di Lapangan Apel Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, terasa khidmat dan penuh semangat. Seluruh prajurit dan PNS Kodim 1606/Mataram berkumpul dalam kegiatan Jam Komandan (Jamdan) yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ikatan komando sekaligus menyampaikan arahan strategis kepada seluruh anggota, Senin (27/10/2025).

 

Dalam arahannya, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr (Han)., Dandim 1606/Mataram menyampaikan beberapa hal penting, dimulai dengan ungkapan duka cita atas meninggalnya salah satu prajurit terbaik, Pelda Irfan, akibat hipertensi. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dengan pola hidup seimbang.

“Kesehatan itu murah, tapi kalau sudah sakit bukan hanya diri kita yang merasakan, keluarga pun ikut menanggung dampaknya,” tegasnya di hadapan personel yang hadir.

 

Selain itu, Dandim juga menyoroti program nasional Koperasi Merah Putih yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto. Program ini melibatkan Babinsa sebagai ujung tombak dalam pembangunan koperasi di setiap desa atau kelurahan dengan sistem padat karya. Para Babinsa diimbau untuk aktif mendata lahan strategis milik desa yang dapat digunakan untuk pembangunan koperasi tersebut.

 

Dandim 1606 Mataram, menambahkan, “Ini perintah langsung dari Presiden kepada TNI. Kita harus sukseskan bersama, mulai dari pendataan hingga pelaksanaan di lapangan,” ujar Kolonel Inf Nyarman, M.Tr (Han).

 

Kegiatan Jam Komandan yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan dengan tertib, diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara Dandim dan prajurit. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Kodim 1606/Mataram semakin solid, sehat, dan siap mendukung program pemerintah demi kemajuan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…