Berita

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Laksanakan Patroli di Area PLTU Bima

×

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Laksanakan Patroli di Area PLTU Bima

Share this article

Kota Bima, NTB (25 Oktober 2025) – Guna memastikan keamanan aset vital nasional, Unit Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit) Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan patroli di sekitar area PLTU Bima, pada Sabtu (25/10/2025) pukul 08.00 WITA.

Patroli tersebut dilaksanakan di kawasan PT PLN (Persero) UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima, sebagai bagian dari upaya Polres Bima Kota dalam menjaga stabilitas keamanan dan mencegah potensi gangguan di area strategis penyedia energi listrik bagi masyarakat Bima dan sekitarnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih, menjelaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi di sekitar PLTU tetap aman dan kondusif.

“Anggota Unit Obvit Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan terhadap aset milik PT PLN UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima serta melakukan patroli di sekitar area tersebut guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan maupun tindak kejahatan,” jelas Kasi Humas.

Selain melakukan pemantauan dan patroli rutin, petugas juga berkoordinasi dengan pihak keamanan internal PLTU guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan operasional serta memastikan seluruh kegiatan di area tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.

Kegiatan patroli yang dilakukan secara rutin ini menjadi bentuk komitmen Polres Bima Kota dalam memberikan rasa aman di objek vital nasional, sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi listrik bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…