Bali NusraBencanaBencana AlamBeritaBerita NTBBinkamDaerahKamtibmasLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Hujan Deras dan Angin Kencang, Babinsa Gerak Cepat di Jagaraga

×

Hujan Deras dan Angin Kencang, Babinsa Gerak Cepat di Jagaraga

Share this article

Lombok Barat, NTB — Aksi cepat tanggap kembali ditunjukkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jagaraga, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04 Gerung, saat hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Dusun Bermi, Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, Selasa sore (21/10/2025).

Salah satu rumah warga milik Bapak Adam (36) mengalami kerusakan cukup parah setelah pohon besar tumbang menimpa atap rumah. Meski mengalami kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp5 juta, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dengan sigap, Sertu Iwan Febriawan, Babinsa Jagaraga, bersama perangkat desa dan warga langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, serta membantu proses evakuasi.

Ia menegaskan, langkah cepat ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap keselamatan masyarakat di wilayah binaannya. “Kami pastikan kondisi warga aman dan sudah kami laporkan kepada pihak desa serta BPBD untuk tindak lanjut perbaikan. Kami juga imbau warga tetap waspada terutama di musim hujan dan angin kencang seperti sekarang,” ujar Sertu Iwan.

Sementara itu, Bapak Adam (36), pemilik rumah yang tertimpa pohon, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan Babinsa dan warga sekitar. “Kami kaget karena angin tiba-tiba sangat kencang. Alhamdulillah tidak ada yang terluka. Terima kasih kepada Pak Babinsa yang datang membantu dan memberi semangat,” ujarnya.

Kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar, memperlihatkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat, terutama di saat-saat sulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…