Bali NusraBeritaBerita NTBKLULombokLombok UtaraLotaraNTBNTB One TerkiniTNI-Polri

Babinsa Dampingi Pembagian Sembako Zaimah Charity di Batu Rakit

×

Babinsa Dampingi Pembagian Sembako Zaimah Charity di Batu Rakit

Share this article

Lombok Utara, NTB – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Kantor Desa Batu Rakit, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Sebanyak ±400 warga kurang mampu menerima bantuan sembako dalam kegiatan Bakti Sosial dan Amal Zaimah Charity yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-03/Bayan dan Bhabinkamtibmas Desa Batu Rakit, Kamis (16/10/2025).

Program ini menjadi wujud kepedulian lintas negara, di mana tim ekspedisi yang dipimpin oleh Mr. Suhail bersama tujuh warga negara Inggris dan empat relawan Indonesia, turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa (Kades) Batu Rakit, Rusman, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian besar para donatur internasional terhadap warganya.

“Bantuan ini bukan hanya berupa sembako, tapi juga wujud kepedulian dan semangat gotong royong yang menguatkan kita semua,” ujar Kades Batu Rakit, Rusman dalam sambutannya.

Sementara itu, Babinsa Desa Batu Rakit Serma Abdul Sahid dan Bhabinkamtibmas Aipda Hendra turut melakukan pendampingan agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Pembagian sembako berlangsung penuh keakraban, diiringi senyum bahagia warga yang menerima bantuan.

“Program Zaimah Charity ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat rasa kemanusiaan di tengah masyarakat,” ucap Serma Abdul Sahid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…