Berita

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Warga Sumbawa, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

×

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Warga Sumbawa, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Sumbawa, NTB — Sinergi positif antara Kepolisian dan masyarakat kembali terlihat di Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pada Senin (15/9), dua anggota Bhabinkamtibmas setempat, Aipda Amrin Syarif dan Aipda Herlan Satya Yuda, turun langsung ke lahan pertanian warga untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., saat dikonfirmasi, membenarkan kegiatan tersebut. “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan program pemerintah dapat berjalan dengan baik di tingkat desa,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang dilakukan sejak pagi hari ini, kedua Bhabinkamtibmas bersama warga tampak kompak membersihkan lahan. Mereka juga memantau pertumbuhan berbagai jenis tanaman, seperti terong, singkong, cabai rawit/keriting, tomat, dan pepaya, serta memberikan perawatan berupa pupuk dan penyiraman.

“Kami datang ke sini untuk memberikan motivasi dan dukungan moril kepada warga. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa bersama-sama memastikan ketersediaan bahan pangan untuk masyarakat,” ujar Aipda Amrin Syarif.

Warga Desa Baru menyambut baik inisiatif ini. Mereka merasa terbantu dan termotivasi dengan kehadiran serta dukungan aktif dari pihak kepolisian. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain, yang menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada tugas keamanan, tetapi juga berperan penting dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…