Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKamtibmasKeamananKLULombokLombok UtaraLotaraNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPengembangan DiriSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Suasana Komsos Selelos Penuh Pesan Toleransi dan Waspada

×

Suasana Komsos Selelos Penuh Pesan Toleransi dan Waspada

Share this article

Lombok Utara, NTB – Suasana kekeluargaan menyelimuti rumah Ketua Majelis Krama Desa (MKD) Selelos, Sahnudin, S.Pd., di Dusun Selelos, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, saat Binatara Pembina Desa (Babinsa) Selelos, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-10/Gangga, Serka Sudito, bersama Bhabinkamtibmas Aipda I Gusti Lanang Asmarayasa, laksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dan silaturahmi, Sabtu (6/9/2025).

Komsos tersebut juga dihadiri Kadus Selelos, Zulhadi, serta tokoh masyarakat.

Obrolan hangat yang berlangsung santai membahas cara menjaga kerukunan antarumat beragama dan keamanan desa.

 

Desa Selelos yang dihuni warga beragama Islam dan Hindu menjadi contoh hidup toleransi. “Kerukunan ini harus terus dijaga. Saya berharap semua warga saling menghormati dan membantu, khususnya saat kegiatan keagamaan,” ungkap Sahnudin, Ketua MKD Selelos.

 

Serka Sudito, selaku Babinsa, menambahkan imbauannya agar masyarakat selalu mengutamakan kebersamaan. “Kami di sini hadir bukan hanya sebagai aparat, tapi juga sebagai saudara. Mari kita sama-sama menjaga desa ini tetap aman, nyaman, dan bebas dari masalah,” tegasnya.

Zulhadi juga menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga keamanan. “Kalau semua warga peduli, desa kita akan tetap damai dan jauh dari konflik,” ujarnya.

Komsos ini ditutup dengan memberikan pesan untuk menjunjung toleransi di setiap kegiatan kemasyarakatan, serta membawa semangat baru untuk terus membangun Desa Selelos yang rukun, aman, dan saling menjaga satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…