Bali NusraBeritaBerita NTBKLULombokLombok UtaraLotaraNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Anggota Dalwas Dishub Lotara Dibekali Materi Kesiapsiagaan Babinsa

×

Anggota Dalwas Dishub Lotara Dibekali Materi Kesiapsiagaan Babinsa

Share this article

Lombok Utara, NTB – Upaya meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Utara (Lontara) terus dilakukan melalui sinergi dengan TNI. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Gondang, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-10/Gangga, memberikan materi peningkatan kapasitas bagi sejumlah anggota Dalwas (Pengendalian dan Pengawasan) Dishub Lotara di Aula Dishub Lombok Utara, Gondang, Lontara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (28/8/2025).

Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan, tetapi juga pelatihan dasar lainnya untuk membentuk kedisiplinan dan kekompakan. Kehadiran Kepala Dinas (Kadis) Parihin, S.Sos., Kepala Seksi (Kasi) Dalwas beserta staf Dishub Lotara menambah khidmat suasana pembekalan.

Dalam arahannya, Serka Umar Hadi Saputra, Babinsa Gondang menegaskan bahwa kesiapan mental, fisik, dan disiplin merupakan kunci utama bagi anggota Dalwas. “Setiap anggota Dalwas adalah garda terdepan dalam mendukung kelancaran transportasi dan pelayanan publik. Dengan kesiapsiagaan dan disiplin, kita tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat kepada institusi Dishub,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Imam, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Materi yang diberikan Babinsa membuka wawasan kami tentang arti disiplin dan kerja sama tim. Kami merasa lebih percaya diri menjalankan tugas setelah mengikuti pembekalan ini,” tuturnya.

Ke depan, Dishub Lontara bersama Koramil 1606-10/Gangga berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai program berkelanjutan. Dengan pola latihan rutin, diharapkan setiap anggota Dalwas semakin siap menghadapi tantangan lapangan, mulai dari pengendalian lalu lintas, pengawasan transportasi, hingga pelayanan masyarakat yang lebih profesional.

Sinergi TNI dan pemerintah daerah ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan teritorial tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sipil dalam bidang pelayanan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…