Bali NusraBeritaBerita NTBMataramNTBNTB One TerkiniTNI-Polri

Sinergi Bersama Masyarakat Pagesangan Timur Hadirkan Lingkungan Asri

×

Sinergi Bersama Masyarakat Pagesangan Timur Hadirkan Lingkungan Asri

Share this article

Mataram, NTB – Lingkungan Gebang Barat, Kelurahan Pagesangan Timur, dipenuhi suasana hangat penuh canda dan semangat. Warga bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-05/Mataram, aparat lingkungan, dan Linmas bergandengan tangan dalam sebuah sinergi bersama masyarakat untuk membersihkan lingkungan, yang tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga, Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Babinsa Pagesangan Timur, Serka Moh Johan Erikson, bersama Kepala Lingkungan Gebang Barat, Masuud, serta Linmas Pagesangan Timur, Ramli. Kehangatan terlihat jelas, warga tampak antusias bekerja sambil berbagi cerita dan tawa, menjadikan aktivitas ini lebih dari sekadar pembersihan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial.

Dalam keterangannya, Serka Moh Johan Erikson mengungkapkan kebanggaannya atas semangat warga. “Sinergi masyarakat Gebang Barat hari ini sangat luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tetapi juga tentang energi positif yang menyatukan kita. Saya berharap kegiatan serupa bisa terus rutin dilakukan, agar lingkungan tetap terawat dan kebersamaan semakin kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Gebang Barat, Masuud, menekankan pentingnya mempertahankan tradisi ini. “Saya bahagia melihat warga kompak. Inilah wajah Gebang Barat yang sejati: peduli, bersatu, dan penuh semangat. Sinergi ini harus terus dijaga agar lingkungan bersih bukan hanya jadi kebanggaan, tapi juga membawa kebahagiaan bagi seluruh warga,” ujarnya.

Sinergi bersama masyarakat seperti ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih terjaga kuat di tengah kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar hasil lingkungan yang bersih, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa peduli antarsesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…