Bali NusraBeritaBerita NTBKLULombokLombok BaratLombok UtaraLotaraMataramNewsNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Tiga Daerah di Lombok Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Kepala Daerah Serukan Persatuan dan Semangat Membangun

×

Tiga Daerah di Lombok Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Kepala Daerah Serukan Persatuan dan Semangat Membangun

Share this article

Lombok Utara, NTB – Suasana khidmat dan penuh nasionalisme menyelimuti Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, saat tiga daerah di bawah teritorial Kodim 1606/Mataram, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara, secara serentak menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025).

Dengan mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat hadir mengikuti jalannya upacara di masing-masing wilayah.

Di Lapangan Sangkareang Kota Mataram, upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., dengan Komandan Upacara Kapten Inf Iwan Suryawinarto. Sebanyak ±500 peserta yang terdiri dari TNI-Polri, ASN, ormas, hingga pelajar turut ambil bagian.

Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan bahwa kemerdekaan harus diartikan sebagai semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Peringatan kemerdekaan ini menjadi momentum refleksi, bagaimana kita bisa terus bekerja dengan hati, melayani rakyat, serta menghadirkan pembangunan yang merata di Kota Mataram,” ujarnya.

Sementara itu, di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, upacara berlangsung dengan khidmat di bawah pimpinan Bupati H. Lalu Ahmad Zaini sebagai inspektur upacara.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemerdekaan tidak boleh hanya diperingati secara seremonial, melainkan diwujudkan dalam kerja nyata. “Kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, tetapi awal tanggung jawab kita untuk membangun daerah, menyejahterakan rakyat, dan berkontribusi untuk Indonesia maju,” tegasnya.

Di Kabupaten Lombok Utara, upacara dipimpin oleh Bupati Dr. TGH. Najmul Akhyar dengan dihadiri lebih dari ±1.000 peserta dari unsur TNI-Polri, ASN, pelajar, ormas, hingga masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan pesan penting tentang arti persatuan. “Lombok Utara pernah merasakan pahitnya bencana, dan kita bangkit bersama karena persatuan. Begitu pula Indonesia, hanya dengan persatuan kita bisa menghadapi tantangan dan meraih cita-cita besar bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan di Lombok Utara semakin meriah dengan pemberian penghargaan atas gerakan literasi dan gowes kamtibmas, serta penampilan seni bela diri yang disambut antusias masyarakat.

Dandim 1606/Mataram, Letkol Inf Nyarman, M.Tr (Han), menegaskan bahwa momentum peringatan HUT ke-80 RI menjadi pengingat bagi seluruh komponen bangsa untuk tetap menjaga persatuan. “Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kebersamaan seluruh elemen bangsa, termasuk di Lombok. Dengan gotong royong, kita bisa mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Seluruh rangkaian upacara di tiga wilayah teritorial Kodim 1606/Mataram berjalan aman, tertib, dan penuh semangat nasionalisme. Momen ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar simbol, tetapi juga wadah memperkuat persatuan dan semangat membangun daerah untuk Indonesia yang lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…