Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKeamananLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Personel Babinsa Kodim Mataram Dapat Pembekalan Soal LPG Asli

×

Personel Babinsa Kodim Mataram Dapat Pembekalan Soal LPG Asli

Share this article

Mataram, NTB — Dalam meningkatkan kesadaran dan keselamatan penggunaan bahan bakar gas di lingkungan masyarakat, PT Pertamina menggelar sosialisasi cara penggunaan regulator dan tabung gas LPG ASLI kepada jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Senin (4/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh Sejumlah personel TNI dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan sejumlah perwira Kodim sebagai bagian dari edukasi keselamatan energi.
Sosialisasi ini disertai dengan demonstrasi langsung cara membedakan tabung Asli dengan yang palsu dan regulator yang aman, serta potensi risiko dari penggunaan perangkat ilegal yang banyak beredar di pasaran.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul terkait keamanan, keaslian produk, dan cara identifikasinya.
Dalam sambutannya, Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 1606/Mataram, Lettu Inf Wahidin, menyampaikan apresiasinya terhadap edukasi yang diberikan oleh Pertamina.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat, tidak hanya untuk personel Kodim, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat binaan kami. Keamanan penggunaan gas harus jadi perhatian bersama, dan ini tugas dari Babinsa untuk menyampaikan kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Supervisor Koperasi PT Pertamina Indo Group Region Lombok Barat, Davit Durrizal, menekankan pentingnya menggunakan produk resmi agar tidak membahayakan keselamatan pengguna.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi para personel TNI untuk ikut mengedukasi masyarakat sekitar terkait bahaya penggunaan LPG ilegal, terlebih Babinsa yang langsung berhadapan di lapangan.” ujar Davit.

Salah satu peserta, Kapten Inf Muhadi, setelah mendengar penjelasan dari sosialisasi tersebut, bahwa banyak tabung oplosan dengan berisi air yang beredar.

“Ternyata banyak ciri fisik yang membedakan tabung dari Asli Pertamina dan pihak luar. Ini sangat berguna bagi kami agar bisa melindungi keluarga dari maraknya kecelakaan dan salah dalam proses pemasangan regulator,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Pertamina berharap dapat memperluas literasi publik tentang pentingnya keselamatan energi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran produk LPG dangan tabung palsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…