Berita

Bhabinkamtibmas Labuhan Alas Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kering untuk Ketahanan Pangan

×

Bhabinkamtibmas Labuhan Alas Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kering untuk Ketahanan Pangan

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan terus berlanjut. Pada Minggu, 3 Agustus 2025, pukul 10.32 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Labuhan Alas, Briptu Jody Satria Eko Prastowo, melaksanakan sambang dan pengecekan ladang jagung di Dusun Tarum, Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Ladang seluas 1 hektar tersebut adalah milik Bapak Burhanuddin. Dalam kunjungannya, Briptu Jody mengajak dan mengimbau warga agar memanfaatkan lahan kering yang mengandalkan air hujan sebagai lahan ketahanan pangan. Dukungan ini bertujuan untuk memaksimalkan lahan kosong dan produktif dengan menanam komoditas seperti jagung, dalam rangka mendukung program prioritas pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Alas Kompol Satio, S.H., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Briptu Jody yang aktif mendampingi masyarakat Labuhan Alas. Ini adalah bukti nyata peran Polri sebagai mitra masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kami berharap semangat ini terus menular kepada warga lainnya, sehingga setiap jengkal lahan bisa produktif demi kemandirian pangan kita bersama.”

Kegiatan ini berhasil memperkuat komitmen masyarakat bersama Polri untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kemitraan ini menunjukkan peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas lahan. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…