Berita

Jaga Kamtibmas, Polsek Sumbawa Gelar Patroli Malam Skala Besar

×

Jaga Kamtibmas, Polsek Sumbawa Gelar Patroli Malam Skala Besar

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Sumbawa melaksanakan Patroli Blue Light Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Senin malam, 28 Juli 2025, mulai pukul 21.00 WITA hingga selesai. Patroli ini menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Sumbawa.

Patroli yang melibatkan Anggota Piket Regu I Polsek Sumbawa ini menyusuri rute vital, termasuk Jalan Lintas Unter Ketimis, Jalan DR. Cipto, Lingkungan Kelurahan Pekat, Jalan Hasannuddin, Jalan Yos Sudarso, Jalan Setia Budi, Jalan Thamrin, hingga Lingkungan PPN Bukit Permai, Kelurahan Seketeng.

Sasaran utama patroli ini adalah tempat-tempat kerumunan warga, titik-titik yang rawan terjadi tindak pidana 3C (Curas, Curat, Curanmor), serta aksi premanisme dan tindak pidana lainnya.

Dalam patroli tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga aktif memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat dan remaja yang sedang nongkrong. Mereka diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Sumbawa IPTU Rohmad Rondhi menyampaikan bahwa “Kami terus berupaya menjaga agar wilayah hukum Polsek Sumbawa tetap aman dan kondusif. Patroli Blue Light ini merupakan salah satu bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan,” ujar Kapolsek Sumbawa.

Selain itu, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membawa senjata tajam di tempat umum, sesuai dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Masyarakat juga diajak untuk selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga Harkamtibmas.

Hingga patroli selesai, situasi di wilayah hukum Polsek Sumbawa dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Pihak Polsek Sumbawa menyatakan bahwa Patroli Blue Light dan KRYD akan terus dilaksanakan secara rutin pada jam-jam rawan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…