Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamLombokLombok BaratNTBPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Sinergi Babinsa dan Pemdes Kawal Proyek Plat Beton

×

Sinergi Babinsa dan Pemdes Kawal Proyek Plat Beton

Share this article

Lombok Barat, NTB — Komitmen dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa terus diperlihatkan oleh aparat kewilayahan. Bintara Pembin Desa (Babinsa) Bagik Polak Barat, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung bersama Kepala Desa Bagik Polak Barat, monitoring progres pembangunan jalan permukiman berupa plat beton di Dusun Jerneng, Lombok Barat, Jum’at (4/7/2025).

 

Proyek yang membentang sepanjang 97,5 meter, dengan lebar 2 meter, ini merupakan bagian dari program Dana Desa Tahun Anggaran 2025, yang ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas warga antarwilayah dalam dusun.

 

“Sebagai Babinsa, kami hadir untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta mendukung pemerintah desa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Serda Buyu Hendrawan, Babins Bagek Polak Barat.

 

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menyatu dalam pembangunan.

 

Sementara itu, Kepala Desa Jauhari Ma’mun menyambut baik kehadiran Babinsa dalam proses evaluasi pembangunan. Menurutnya, keterlibatan Babinsa menunjukkan adanya sinergi kuat antara TNI dan pemerintah desa. “Kami mencatat bahwa progres pembangunan sudah mencapai sekitar 50 persen. Harapan kami, jalan ini nantinya mampu mempermudah aktivitas warga, terutama saat musim hujan,” ujarnya.

 

Monitoring tersebut tetap mengedepankan prinsip transparansi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Diharapkan, pembangunan ini dapat menjadi pendorong semangat gotong royong dan pemantik pembangunan desa lainnya ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…