Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKetahanan PanganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPertanianSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Sinergi Babinsa dan Warga Bangun Akses Tani Baru

×

Sinergi Babinsa dan Warga Bangun Akses Tani Baru

Share this article

Lombok Barat, NTB — Semangat kebersamaan ditunjukkan oleh warga Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Merembu, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, Sertu Zulkarnawadi dan Camat Labuapi L. Rifandani, S.I.P., perangkat desa, serta kelompok tani “Beriuk Maju dan Ingin Berhasil 1” melaksanakan pembukaan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang ±400 meter dengan lebar ±2 meter, Minggu (29/6/2025).

 

Jalan tersebut menghubungkan dua dusun, yaitu Dusun Baginda dan Dusun Merembu Tengah, yang selama ini kesulitan akses terutama saat musim panen. Melintasi lahan pertanian produktif, pembukaan jalan ini diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil tani serta meningkatkan efisiensi kerja petani di wilayah tersebut.

 

Sertu Zulkarnawadi menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan desa dan pemberdayaan sektor pertanian.

 

“Jalan ini nantinya akan sangat bermanfaat untuk mempercepat distribusi hasil pertanian warga, sekaligus memudahkan akses menuju lahan pertanian, terutama saat musim panen,” jelasnya.

 

Sementara itu, Camat Labuapi, L. Rifandani, S.I.P., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong dan kolaborasi lintas elemen dalam pembangunan desa.

“Pembukaan jalan usaha tani ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam membangun desa. Harapannya, produktivitas petani meningkat dan kesejahteraan warga Desa Merembu ikut terangkat,” ungkapnya.

 

Kegiatan ini tidak hanya menciptakan akses fisik baru, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan semangat membangun desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…