Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanTNI-Polri

Latbakjatri Kodim 1606/Mataram Asah Ketangkasan Prajurit

×

Latbakjatri Kodim 1606/Mataram Asah Ketangkasan Prajurit

Share this article

Mataram, NTB — Guna menjaga dan meningkatkan kemampuan dasar perorangan prajurit, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) dan senjata pistol Semester I Tahun 2025 di Lapangan Tembak Trisula, Yonif 742/Satya Wira Yudha, Lingkungan Gebang, Kelurahan Saptamarga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Rabu sore (25/6/2025).

Latihan ini diikuti secara bergiliran oleh seluruh personel Kodim 1606/Mataram, sesuai jadwal yang telah ditentukan. Adapun materi latihan meliputi menembak senapan laras panjang dengan tiga posisi dasar—tiarap, duduk, dan berdiri—serta latihan menembak pistol yang diperuntukkan bagi para perwira.

Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Kodim 1606/Mataram, Mayor Inf Mujiono, yang bertindak sebagai Komandan Latihan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan setiap semester.

“Menembak adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki dan terus diasah oleh setiap prajurit TNI AD. Melalui latihan yang terprogram dan berkelanjutan, kita memastikan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai tugas ke depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan, “seluruh tahapan latihan dilaksanakan dengan standar prosedur keamanan tinggi, baik terhadap personel maupun perlengkapan, guna menghindari potensi kecelakaan,” tegasnya.

Dengan adanya latihan ini, Kodim 1606/Mataram berharap dapat terus mencetak prajurit yang profesional, terlatih, dan siap menjalankan tugas-tugas pertahanan negara, baik di medan tempur maupun dalam tugas pembinaan wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…