BeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPendidikanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Libur Sekolah Jadi Ajang Disiplin Diri Lewat Pelatihan PBB

×

Libur Sekolah Jadi Ajang Disiplin Diri Lewat Pelatihan PBB

Share this article

Mataram, NTB — Momentum liburan sekolah bukan berarti berhenti belajar, terutama dalam hal pembentukan karakter dan kedisiplinan. Hal ini tercermin dalam kegiatan pengenalan dan pelatihan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diberikan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Pagesangan, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-05/Mataram, kepada siswa-siswi SDN 38 Mataram, Jalan Gajah Mada, Lingkungan Pagesangan Selatan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Rabu (25/6/2025).

 

Sejumlah siswa tampak antusias mengikuti setiap gerakan dan instruksi yang diberikan oleh Sertu Muhamad Natsir Rahman, Babinsa Pagesangan, didampingi oleh guru pembimbing kesiswaan I Made Wijana, guru olahraga Suhardi, serta pengamanan dari satpam sekolah Ida Bagus Raka.

 

Kepala Sekolah Hj. Siti Purnamaraya, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan karakter disiplin dan cinta tanah air di kalangan siswa sejak usia dini.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Babinsa dalam mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan yang membangun semangat kebangsaan dan kedisiplinan,” ujarnya.

 

Dalam pelatihan yang berlangsung, siswa dikenalkan dengan gerakan dasar PBB seperti sikap sempurna, hormat, dan langkah tegap. Kegiatan berjalan dalam suasana tertib, aman, dan penuh semangat.

 

Sertu Muhamad Natsir Rahman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, serta semangat nasionalisme kepada generasi muda.

“Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan bangsa. Semangat dan disiplin harus mulai dikenalkan sejak dini,” tegasnya.

 

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…