Berita

Karate Piala Kapolri 2025 Ditutup, Polda Sumut Jawara dengan Prestasi Gemilang

×

Karate Piala Kapolri 2025 Ditutup, Polda Sumut Jawara dengan Prestasi Gemilang

Share this article

 

Bogor — Atmosfer penuh semangat dan sportivitas mewarnai ajang bergengsi, Kejuaraan Karate Piala Kapolri Tahun 2025 yang resmi berakhir di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Bogor. Puncaknya, Tim Karate Polda Sumatera Utara tampil gemilang dan berhasil menyabet gelar juara umum, dengan koleksi 6 medali emas dan 1 perunggu, mengungguli 25 kontingen lainnya dari seluruh Indonesia.

Ketua Pelaksana Kejuaraan, Kombes Pol. Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, S.H., M.H., mengungkapkan rasa bangga atas capaian luar biasa itu. Menurutnya, keberhasilan tersebut sebagai buah dari latihan keras, disiplin tinggi, dan semangat juang para atlet yang luar biasa.

“Para atlet menunjukkan dedikasi dan semangat juang yang luar biasa. Gelar juara umum yang diraih Polda Sumut, adalah bukti dari kerja keras dan sinergi yang kuat. Ini hadiah manis untuk keluarga besar Polri,” ujar Kombes Dewa Wijaya, Sabtu (21/6/2025).

Prestasi membanggakan tersebut tidak lepas dari peran para atlet andalan Polda Sumut, yang berhasil mendominasi arena pertandingan. Berikut adalah daftar peraih medali emas dari kontingen Sumut:

1. Kompol Janpiter Napitupulu – Juara 1 Kumite kelas -75 Kg Putra

2. Iptu Ngadirun – Juara 1 Kumite kelas +85 Kg Putra

3. Brigadir Sriramadani – Juara 1 Kumite kelas +60 Kg Putri

4. AKP Mika Nirwan Sihombing, S.Pd. – Juara 1 Kumite kelas +75 Kg Putra

5. Bripka Charles Lumban Gaol – Juara 1 Kumite kelas -70 Kg Putra

6. Bripda Afifah Azzura – Juara 1 Kumite kelas -55 Kg Putri

Sementara itu, satu medali perunggu diraih Bripda Roberto Carlos di kelas Kumite -70 Kg Putra, yang turut melengkapi kemenangan tim.

Pertandingan puncak menghadirkan aksi memukau, terutama dari Bripda Afifah Azzura yang tampil tenang namun penuh determinasi, di final kelas Kumite -55 Kg Putri dan sukses mengunci medali emas terakhir, sekaligus memastikan posisi teratas dalam klasemen akhir.

Kombes Dewa Wijaya menegaskan jika ajang tersebut bukan sekadar perebutan medali, tetapi juga bentuk pembinaan prestasi berjenjang dalam tubuh Polri.

“Kami ingin kejuaraan ini menjadi titik tolak bagi atlet muda Polri, untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Ini bukan akhir, tapi awal perjuangan menuju prestasi nasional dan internasional,” tegasnya.

Berikut 5 besar klasemen akhir Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025:

1. Polda Sumatera Utara – 6 Emas, 0 Perak, 1 Perunggu

2. Polda Metro Jaya – 5 Emas, 3 Perak, 3 Perunggu

3. Polda Jawa Barat – 3 Emas, 3 Perak, 4 Perunggu

4. Polda Jawa Timur – 3 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu

5. Polda Sulawesi Selatan – 3 Emas, 0 Perak, 0 Perunggu

Penutupan kejuaraan berlangsung meriah, dengan penyerahan medali dan apresiasi kepada seluruh atlet.

“Salam Presisi…”
“Salam Olahraga..”
“Salam Karate..OSH..!!!tutup Kombes Pol. Dewa Wijaya dengan penuh semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…