Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamBisnisDaerahEkbisEkonomiLombokLombok BaratMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Dukung Ekonomi Lokal, Babinsa Tinjau Pembuatan Garam Tradisional

×

Dukung Ekonomi Lokal, Babinsa Tinjau Pembuatan Garam Tradisional

Share this article

Lombok Barat, NTB — Upaya mendukung potensi lokal dan memperkuat ekonomi desa kembali ditunjukkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Cendi Manik, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-06/Sekotong, bersama Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa (Kades) Cendi Manik, laksanakan kunjungan langsung ke lokasi pembuatan garam tradisional di Dusun Badak Belek 1, Desa Persiapan Empol, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (10/6/2025).

 

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah desa dalam mendorong kemajuan sektor ekonomi berbasis kearifan lokal. Babinsa Cendi Manik, Serka Budi Harsoyo menyampaikan bahwa pengolahan garam secara tradisional merupakan warisan budaya yang perlu dijaga sekaligus memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi warga sekitar.

“Kami ingin memberikan dukungan penuh terhadap usaha masyarakat yang mampu mempertahankan tradisi sambil meningkatkan taraf hidup mereka,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Kades Cendi Manik, Marne, S.Pd., M.M., menyatakan bahwa pemerintah desa akan terus mendorong kegiatan produktif masyarakat, termasuk usaha pembuatan garam. Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak luar agar usaha lokal ini bisa naik kelas.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang identitas dan ketahanan budaya lokal,” ucap Kades Cendi Manik saat meninjau salah satu petani garam.

 

Muhrim, salah satu petani garam, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. “Kehadiran bapak-bapak ini memberi kami semangat baru. Semoga usaha kami semakin maju dan mendapat perhatian lebih luas,” harapnya.

 

Kunjungan ini memperkuat semangat gotong royong antara masyarakat dan aparat serta menjadi dorongan nyata bagi pelestarian tradisi sekaligus pengembangan ekonomi desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…