Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamBudayaDaerahLingkunganLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRISosialSosial BudayaTNI-Polri

Semangat Sinergitas Warnai Persiapan Pujawali di Ampenan

×

Semangat Sinergitas Warnai Persiapan Pujawali di Ampenan

Share this article

Mataram, NTB — Dalam menyambut hari suci Pujawali umat Hindu di Pura Segara, semangat sinergitas kembali berkobar di tengah masyarakat Ampenan, Pura Segara, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, pembersihan dan pemasangan perlengkapan upacara dilaksanakan oleh sejumlah elemen masyarakat bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bintaro, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan, Senin (9/6/2025).

 

Babinsa Kelurahan Bintaro, Serda I Gede Puja Diarsa yg mengambil bagian bersama Camat Ampenan, Muzakir Walad, aparat kelurahan, Linmas, serta para tokoh adat dan pengemong pura.

 

Kegiatan ini tidak hanya menata lingkungan fisik, tetapi juga mempererat relasi sosial antarwarga lintas latar belakang.

Aksi bersih-bersih difokuskan pada area sekitar pura, dengan dukungan kendaraan pengangkut sampah untuk mengangkut dan mempercepat proses sterilisasi kawasan. Seluruh area pura kini tampak bersih, rapi, dan siap menyambut prosesi Pujawali secara khidmat dan penuh makna spiritual.

“Sebagai aparat kewilayahan, kehadiran kami adalah bentuk pengabdian pada masyarakat. Gotong royong ini bukan sekadar kerja fisik, tetapi sarana memperkuat tali kekeluargaan dan menjunjung tinggi nilai lokal,” ujar Serda I Gede Puja Diarsa.

 

Ketua Pengurus Pura Segara, Wayan Wedana juga mengungkapkan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang turut serta.

“Kami sangat bersyukur. Ini bukti bahwa nilai gotong royong dan toleransi masih hidup di tengah masyarakat,” Ucapnya.

 

Sementara itu Muzakir Walad, Camat Ampenan, menyatakan bahwa kolaborasi semacam ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni sosial dan pelestarian tradisi.

“Inilah sinergi yang membanggakan. Kami berharap semangat ini terus tumbuh demi kemajuan bersama,” ujarnya.

 

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sarat semangat kebersamaan. Pujawali kali ini tak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat jalinan sosial dan kebudayaan di Kota Mataram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…