Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamBisnisDaerahEkbisEkonomiLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPertanianSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Babinsa Taman Sari Dampingi Ibu Desa Budidaya Jamur Tiram, Bangkitkan Ekonomi Warga

×

Babinsa Taman Sari Dampingi Ibu Desa Budidaya Jamur Tiram, Bangkitkan Ekonomi Warga

Share this article

Lombok Barat, NTB – Dalam semangat membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Taman Sari, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Serka I Gede Sika turun langsung mendampingi budidaya jamur tiram yang digerakkan kelompok ibu-ibu di Dusun Medas Barat Kokoq, Desa Taman Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (8/6/2025).

 

Kegiatan ini digagas oleh kelompok ibu-ibu kreatif di bawah kepemimpinan Ibu Mur’ah dan kini mulai menuai hasil dengan panen perdana jamur tiram. Tak sekadar usaha ekonomi, kegiatan ini juga menjadi wadah pemberdayaan perempuan dan penguatan solidaritas antarwarga.

 

“Budidaya jamur tiram ini bukan hanya tentang mencari tambahan penghasilan. Ini tentang membangun kemandirian, kekompakan, dan harapan baru bagi para ibu rumah tangga,” ujar Serka I Gede Sika, Babinsa Taman Sari.

 

Ketua kelompok, Ibu Mur’ah, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keresahan para ibu rumah tangga yang selama ini hanya bergantung pada penghasilan suami sebagai buruh tani musiman.

 

“Sekarang kami punya kegiatan produktif yang bisa membantu ekonomi keluarga. Kami saling mendukung, belajar bersama, dan merasakan manfaat nyata,” ujarnya.

 

Pendampingan Babinsa tidak hanya sebatas moril, tetapi juga mencakup fasilitasi pelatihan, akses ke instansi terkait, hingga membuka jalan promosi produk ke pasar yang lebih luas.

 

“Sebagai Babinsa, saya punya tanggung jawab moral untuk membantu warga berkembang. Saya bangga melihat semangat ibu-ibu di sini. Mereka membuktikan bahwa desa punya potensi besar,” tegas Serka I Gede Sika.

 

Sinergi antara aparat TNI dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa bisa tumbuh dari bawah, dimulai dari kesadaran dan semangat bersama. TNI, dalam hal ini, hadir bukan hanya saat darurat, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan yang membumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…