Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKesehatanLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Kolaborasi Babinsa–Puskesmas Gunungsari Tingkatkan Gizi Anak Kembar

×

Kolaborasi Babinsa–Puskesmas Gunungsari Tingkatkan Gizi Anak Kembar

Share this article

Lombok Barat, NTB — Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah binaan, Bintara Pembina Deaa (Babinsa) Taman Sari, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari bersama Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Gunungsari memberikan penyuluhan kesehatan kepada keluarga yang memiliki anak kembar di Poskesdes Taman Sari II, Dusun Medas Bedugul, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (4/6/2025).

Penyuluhan menekankan pentingnya pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan pada anak kembar. Babinsa Taman Sari menyampaikan bahwa kehadirannya tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mandiri.

“Sinergi antara TNI dan tenaga kesehatan di lapangan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kita terhadap tumbuh kembang generasi masa depan, terutama dalam hal edukasi kesehatan anak,” ujar Babinsa Taman Sari, Serka I Gede Sika.

Sementara itu, Nurlaili Desimawati, S.K.M., Penanggung jawab Promkes Puskesmas Gunungsari menambahkan, “keluarga dengan anak kembar kerap menghadapi tantangan khusus, seperti beban ganda dalam perawatan dan kebutuhan gizi yang lebih kompleks. Oleh karena itu, pemberian informasi dan pendampingan kesehatan menjadi sangat penting,” tegasnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga sekitar, khususnya para ibu yang memiliki balita. Dengan pendekatan komunikatif dan edukatif, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…