LEMBAR – Keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa transportasi laut di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, terus menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Pada Senin siang, 26 April 2026, jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar melaksanakan giat pengamanan intensif terhadap proses pemuatan kendaraan dan penumpang di KMP Shita Giri Nusa yang melayani rute Pelabuhan Lembar menuju Padangbai, Bali.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh prosedur keberangkatan kapal berjalan sesuai aturan, sekaligus meminimalisir potensi gangguan keamanan di area vital objek vital nasional tersebut.
Sinergitas Otoritas Pelabuhan dalam Pengamanan Dermaga
Kegiatan pengamanan yang dimulai pada pukul 11.00 WITA ini berpusat di Dermaga 1 ASDP Lembar. Personel kepolisian tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan pihak Otoritas Pelabuhan Lembar. Fokus utama petugas adalah melakukan pemantauan langsung terhadap proses masuknya kendaraan ke dalam lambung kapal atau deck muatan.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap kendaraan yang naik ke atas kapal wajib melalui pemeriksaan dokumen guna mencegah peredaran barang ilegal maupun kendaraan tanpa surat-surat resmi.
“Kami hadir di tengah masyarakat pengguna jasa pelabuhan untuk memastikan bahwa seluruh proses pemuatan berjalan tertib dan lancar. Personel kami bersama otoritas pelabuhan melakukan pemeriksaan intensif, mulai dari surat-surat kendaraan hingga memastikan tidak ada muatan yang melebihi kapasitas atau membahayakan pelayaran,” ungkap Iptu Imran dalam keterangannya di lokasi kegiatan.
Edukasi Penumpang dan Penertiban Antrean Tiket
Selain melakukan pemeriksaan fisik dan dokumen, petugas kepolisian juga aktif melakukan komunikasi dialogis dengan para penumpang. Mengingat tingginya intensitas penyeberangan di rute Lembar-Padangbai, kedisiplinan penumpang menjadi kunci utama keselamatan di laut. Petugas menyisir area ruang tunggu hingga masuk ke dalam dek kapal untuk memberikan imbauan langsung.
Iptu Imran menambahkan bahwa edukasi kepada penumpang sangat krusial, terutama terkait kewaspadaan terhadap barang bawaan pribadi. “Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa dan penumpang agar selalu menjaga barang bawaan mereka dengan saksama. Selain itu, kami meminta masyarakat untuk selalu mengikuti antrean sesuai dengan tiket yang dimiliki dan mematuhi segala peraturan keselamatan yang telah ditetapkan di atas kapal,” jelasnya.
Menurut pantauan di lokasi, para calon penumpang menyambut baik kehadiran petugas yang secara humanis mengarahkan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di pintu masuk kapal (ramp door). Hal ini penting dilakukan agar stabilitas kapal tetap terjaga sejak dari dermaga.
Data Muatan KMP Shita Giri Nusa: Dominasi Kendaraan Roda Dua
Berdasarkan laporan hasil pengamanan, KMP Shita Giri Nusa pada keberangkatan kali ini mengangkut muatan yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 72 penumpang melalui dermaga telah masuk ke dalam kapal. Dari sisi komposisi kendaraan, perjalanan menuju Pulau Dewata kali ini didominasi oleh kendaraan roda dua atau kendaraan golongan II yang mencapai 46 unit.
Secara terperinci, data muatan mencatat adanya 7 unit kendaraan golongan IV.A dan 5 unit golongan IV.B. Sektor logistik juga terlihat tetap bergerak stabil dengan adanya 11 unit kendaraan golongan V.B, 1 unit golongan VI.A, 1 unit golongan VI.B, serta 2 unit kendaraan besar golongan VII. Tidak ada catatan untuk kendaraan golongan I, III, V.A, VIII, dan IX dalam keberangkatan periode ini.
Kegiatan pengamanan dan patroli di atas kapal ini berakhir dengan situasi yang kondusif. Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin, terutama pada jam-jam padat keberangkatan, demi menjaga integritas keamanan di gerbang masuk utama Pulau Lombok. Upaya preventif ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas serta memberikan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan antar-pulau.











