Polres Dompu turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Penyerapan Gabah dan Jagung di Kabupaten Dompu yang dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) pukul 09.00 Wita, bertempat di Ruang Rapat Bupati Dompu.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE., Sekda Dompu Khaerul Insyan, SE., MM., unsur TNI, Bulog Provinsi NTB dan Cabang Bima-Dompu, OPD terkait, para camat se-Kabupaten Dompu, serta mitra Bulog di Pulau Sumbawa. Kapolres Dompu diwakili oleh Kabag SDM Polres Dompu AKP Adhar, S.Sos.
Dalam arahannya, Bupati Dompu menekankan pentingnya optimalisasi penyerapan gabah, mengingat masih banyak hasil panen petani yang belum terserap. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada penurunan harga gabah di tingkat petani saat masa panen raya berlangsung. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong Bulog untuk menambah mitra penyerapan, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa.
Sementara itu, dari unsur TNI melalui Danramil Manggelewa KAPTEN KAV. M. Kasim menyampaikan bahwa secara umum penyerapan berjalan baik, namun terdapat dinamika di lapangan berupa ketidakpuasan petani terhadap harga. Diharapkan Bulog dan mitra dapat menjaga harga sesuai ketentuan pemerintah guna menjaga kesejahteraan petani.
Dinas Pertanian Kabupaten Dompu memaparkan bahwa luas tanam jagung mencapai sekitar 62.000 hektare, sementara panen padi telah mencapai sekitar 70 persen, dengan potensi produksi gabah mencapai puluhan ribu ton. Namun demikian, masih terdapat kendala distribusi dan penyerapan di beberapa wilayah kecamatan.
Pihak Bulog mengakui keterbatasan kapasitas gudang serta minimnya jumlah mitra sebagai salah satu kendala utama. Saat ini, hanya terdapat empat mitra aktif di Pulau Sumbawa, sehingga menyebabkan antrean panjang dan berpotensi menurunkan kualitas gabah petani.
Dalam kesempatan tersebut, Kabag SDM Polres Dompu AKP Adhar, S.Sos. menyampaikan bahwa Polres Dompu siap berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan terkait dinamika penyerapan hasil panen, termasuk meredam potensi gejolak sosial di tengah masyarakat petani.
Selain itu, Polres Dompu juga menjalankan program pendampingan petani melalui kerja sama dengan perbankan (Bank Himbara) dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), guna mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak yang memberatkan.
“Polres Dompu juga mendorong agar fasilitas penyerapan jagung, seperti silo Bulog di wilayah Manggelewa, dapat segera dioptimalkan guna mendukung kelancaran penyerapan hasil panen,” ujar AKP Adhar.
Dari hasil rapat koordinasi, disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan mitra Bulog, optimalisasi gudang lokal, peningkatan kapasitas penyerapan, serta dukungan biaya angkut gabah. Selain itu, Bulog juga menargetkan penyerapan jagung petani hingga 19.600 ton dengan dukungan fasilitas silo yang tersedia.
Kegiatan rapat koordinasi berakhir pada pukul 12.45 Wita dalam keadaan aman dan lancar.
Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa Polres Dompu berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di tengah dinamika musim panen.
“Kami siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani. Polres Dompu akan hadir dalam setiap dinamika di lapangan, baik melalui pengamanan, pendampingan, maupun upaya preventif guna mencegah potensi konflik,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.
Ia juga mengimbau seluruh pihak, baik petani, mitra, maupun pelaku usaha lainnya, untuk tetap menjaga komunikasi yang baik serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Polres Dompu menegaskan bahwa setiap bentuk pungutan liar maupun tindakan yang merugikan petani, termasuk dalam proses distribusi hasil panen, tidak akan ditoleransi dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan proses penyerapan gabah dan jagung di Kabupaten Dompu dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.











