Berita

Mediasi Kasus Pengeroyokan, Polsek Dompu Tekankan Perdamaian dan Kondusivitas Kamtibmas

×

Mediasi Kasus Pengeroyokan, Polsek Dompu Tekankan Perdamaian dan Kondusivitas Kamtibmas

Share this article

Kepolisian Sektor Dompu melaksanakan kegiatan mediasi terkait tindak pidana pengeroyokan yang melibatkan dua kelompok pemuda, yakni dari Dusun Rora Barat, Desa Kramabura dan Lingkungan Jado, Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu. Mediasi tersebut berlangsung pada Minggu malam (5/4/2026) sekitar pukul 19.15 Wita di Mako Polsek Dompu.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Dompu IPTU Ade Helmi, S.H, dan dihadiri oleh Lurah Dorotangga Khaerul Ansyah, S.E, Kepala Desa Kramabura Jaharudin, S.Pd, personel Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas dari kedua wilayah, delapan orang terduga pelaku, serta perwakilan kedua belah pihak bersama tokoh masyarakat.

Mediasi dilakukan menyusul peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada Minggu siang (5/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di lahan jagung wilayah Dusun Rora Barat, Desa Kramabura.

Dalam arahannya, Kapolsek Dompu IPTU Ade Helmi, S.H menyampaikan bahwa pihak kepolisian memberikan ruang kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan melalui jalur kekeluargaan, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
“Kami mengedepankan penyelesaian secara damai sebagai langkah menjaga keharmonisan masyarakat. Namun demikian, kami juga mengingatkan agar tidak ada aksi balas dendam yang dapat memperkeruh situasi. Jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali,” tegas IPTU Helmi.

Ia juga berharap apabila kesepakatan damai telah tercapai, maka akan dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disaksikan oleh pihak kepolisian dan tokoh masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama.

Dari pihak keluarga korban, pada prinsipnya menyatakan kesediaan untuk berdamai, namun tetap menginginkan adanya efek jera bagi para pelaku serta jaminan keamanan bagi korban saat beraktivitas di wilayah Desa Kramabura. Mereka juga membuka ruang bagi pihak pelaku untuk bertemu langsung dengan korban terkait laporan yang telah disampaikan ke Unit PPA Polres Dompu.

Sementara itu, Kepala Desa Kramabura Jaharudin, S.Pd menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut dan berkomitmen untuk melakukan pembinaan terhadap para pemuda di wilayahnya agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Ia juga mengimbau para pelaku untuk bertanggung jawab dan meminta kedua belah pihak mengedepankan penyelesaian damai.

Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Desa Kramabura BRIGPOL Ade Dermawan menegaskan bahwa apabila kejadian serupa kembali terjadi, maka pihak kepolisian akan mengambil tindakan hukum tegas. Sedangkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dorotangga BRIPKA Mazhab Dedi Iskandar mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan dan fokus pada penyelesaian masalah secara damai.

Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan serta berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. Kegiatan mediasi berakhir pada pukul 21.45 Wita dalam keadaan aman dan lancar.

Kapolsek Dompu IPTU Ade Helmi, S.H juga menyampaikan harapannya kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan permasalahan kepada pihak kepolisian. Kebersamaan dan kedamaian adalah kunci utama menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Polsek Dompu dalam memfasilitasi mediasi.
“Kami mengapresiasi upaya penyelesaian melalui pendekatan restorative justice yang dilakukan Polsek Dompu. Namun demikian, kami tetap mengingatkan bahwa potensi konflik lanjutan masih ada, sehingga diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat dan pemerintah setempat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ungkap IPTU Nyoman.

Pihak kepolisian juga akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan serta melakukan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi potensi konflik susulan di kalangan pemuda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *