Lombok Barat, NTB – Kemandirian pangan nasional kini menjadi fokus utama yang diimplementasikan hingga ke tingkat desa. Di Kabupaten Lombok Barat, sinergi antara aparat kepolisian dan sektor pertanian semakin diperkuat guna memastikan rantai pasok pangan tetap stabil dan produktif. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Personel Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot yang secara konsisten melakukan pengawalan langsung terhadap aktivitas agraris di wilayahnya.
Pada Minggu (29/3/2026), kegiatan sambang desa dilakukan dengan menyasar titik-titik krusial produksi pangan. Petugas kepolisian tidak hanya sekadar memantau dari kejauhan, tetapi turun langsung ke pematang sawah dan masuk ke gudang-gudang penyimpanan milik warga. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi preventif untuk memastikan bahwa hasil jerih payah petani lokal dapat terserap dan tersimpan dengan baik sebelum didistribusikan ke pasar luas.
Pendampingan Langsung di Lahan Produktif
Aktivitas monitoring dimulai di area persawahan yang sedang memasuki masa panen jagung. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani menciptakan suasana dialogis yang hangat. Petugas tampak berinteraksi langsung dengan para petani yang sedang mengumpulkan hasil bumi, memberikan motivasi agar semangat produktivitas tetap terjaga. Pendampingan ini dianggap penting untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari masalah pengairan hingga distribusi hasil panen.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri saat ini sangat vital dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan petani dalam mengelola lahan adalah kunci utama dari stabilitas ekonomi di tingkat desa.
“Kami melalui Bhabinkamtibmas di Desa Karang Bongkot terus mengintensifkan kegiatan sambang desa guna memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan nasional di wilayah binaannya. Hal ini mencakup pendampingan aktivitas panen di lahan produktif hingga pengecekan ketersediaan stok di gudang penyimpanan warga,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Memastikan Kualitas dan Ketersediaan Stok di Gudang
Setelah memantau jalannya panen di sawah, pengecekan dilanjutkan ke gudang penyimpanan hasil bumi milik warga dan kelompok tani setempat. Berdasarkan fakta visual di lapangan, petugas bersama pengelola gudang melakukan inspeksi terhadap ribuan karung berisi komoditas pertanian yang telah tersusun rapi. Pengecekan ini bertujuan untuk memvalidasi bahwa prosedur penyimpanan telah memenuhi standar kualitas guna mencegah kerusakan komoditas akibat hama atau kelembapan.
Kondisi gudang yang baik sangat menentukan nilai jual dan kualitas pangan saat sampai di tangan konsumen. Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya manajemen stok yang transparan dan efisien. Dengan ketersediaan data stok yang akurat di tingkat desa, pemerintah daerah dapat lebih mudah melakukan pemetaan kebutuhan pangan dan mengantisipasi potensi kelangkaan di masa depan.
Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa pengawasan di gudang ini merupakan langkah krusial. “Pengecekan ini sangat penting untuk memastikan bahwa hasil panen petani terserap dengan baik dan disimpan dengan prosedur yang tepat guna menjaga kualitas pangan sebelum didistribusikan ke pasar,” jelasnya lebih lanjut.
Membangun Sinergi untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan
Selain aspek teknis monitoring, kegiatan sambang desa ini juga menjadi sarana penyampaian pesan-pesan edukatif kepada masyarakat. Warga Desa Karang Bongkot didorong untuk terus memaksimalkan potensi agraris yang mereka miliki. Masyarakat diajak untuk memandang sektor pertanian bukan hanya sebagai mata pencaharian tradisional, melainkan sebagai pilar strategis dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga kedaulatan pangan nasional.
Rangkaian kegiatan monitoring yang berlangsung pada akhir pekan tersebut dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Respon positif dari masyarakat menunjukkan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha tani. Sinergi yang kuat antara Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan para petani diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya kemandirian pangan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada masa panen kali ini saja, melainkan menjadi pola kerja rutin yang dapat terus memotivasi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan produktif. Dengan koordinasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan, target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat optimis dapat tercapai mulai dari level terkecil di tingkat desa.











