Berita

Polsek Rasanae Timur Lakukan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Kodo

×

Polsek Rasanae Timur Lakukan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Kodo

Share this article

Kota Bima, NTB (23 Maret 2026) – Personel Polsek Rasanae Timur (Rastim) Polres Bima Kota bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait peristiwa anak tenggelam di sungai yang berlokasi di Lingkungan Kodo I, Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rastim IPTU Kuntho Prakoso, S.H., menjelaskan bahwa personel Piket Regu III Polsek Rasanae Timur yang dipimpin oleh Kanit Reskrim IPDA Imanudin, S.H., langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima informasi dari masyarakat.

“Personel segera melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi setelah adanya laporan warga terkait seorang anak yang tenggelam dan telah ditemukan dalam keadaan diduga meninggal dunia,” jelas Kapolsek.

Korban diketahui berinisial Sdri. FZ (12), seorang pelajar, warga Kelurahan Oi Fo’o, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat korban bersama bibinya datang bersilaturahmi dan menginap di rumah keluarga di Lingkungan Kodo I pada Sabtu (21/3/2026). Keesokan harinya, Minggu pagi sekitar pukul 09.00 Wita, korban bersama teman-temannya pergi mandi di sungai setempat.

Namun nahas, saat sedang mandi dan bermain, korban yang diketahui tidak bisa berenang terbawa arus sungai yang cukup deras. Teman-teman korban sempat berupaya menolong dengan menarik korban ke tepi, namun tidak berhasil sehingga korban tenggelam.

Sekitar pukul 09.20 Wita, seorang warga bernama Sahril alias Acam yang berada di sekitar lokasi menerima informasi adanya anak tenggelam dan langsung melakukan pencarian. Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 09.30 Wita, korban berhasil ditemukan dalam kondisi diduga telah meninggal dunia.

Pihak kepolisian selanjutnya melakukan pengamanan di lokasi serta membantu proses evakuasi korban. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai atau lokasi berbahaya lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *