LOMBOK BARAT – Komitmen Kepolisian Resor Lombok Barat dalam menyukseskan program strategis Pemerintah Pusat di sektor kedaulatan pangan terus dimanifestasikan melalui aksi nyata di tingkat akar rumput. Personel Bhabinkamtibmas Desa Tempos secara konsisten melaksanakan kegiatan sambang dialogis dan pendampingan langsung kepada kelompok tani di Dusun Luwuk, Desa Tempos, Kabupaten Lombok Barat. Langkah ini menjadi bukti kehadiran Polri sebagai mitra strategis masyarakat dalam memperkuat fondasi ekonomi desa.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (20/03/2026) ini difokuskan pada pengawalan proses produksi pangan sejak tahap awal. Melalui pendekatan yang humanis, Polri berupaya memastikan bahwa setiap potensi agraria yang dimiliki oleh warga dapat dioptimalkan secara maksimal guna menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan pangan di masa depan.
Terjun Langsung ke Sawah, Bhabinkamtibmas Beri Dukungan Moril
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, personel Bhabinkamtibmas Desa Tempos tidak segan untuk turun ke area persawahan guna menemui para petani yang tengah beraktivitas. Dalam suasana yang penuh keakraban, petugas berdiri berdampingan dengan warga yang sedang mengolah tanah menggunakan alat-alat pertanian tradisional seperti cangkul dan garu tanah. Fakta visual di lapangan menunjukkan bahwa lahan-lahan di Dusun Luwuk telah dipersiapkan dengan baik, melalui proses pembersihan dan penggemburan yang matang sebelum memasuki tahap penanaman komoditas utama.
Kehadiran petugas kepolisian di tengah ladang ini bukan hanya sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para petani. Dukungan moril ini dinilai sangat penting agar para petani tetap konsisten dan tekun dalam mengelola lahan produktif mereka, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung bagi kedaulatan pangan nasional.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa pendampingan ini adalah instruksi langsung untuk mendukung visi besar Presiden RI dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, stabilitas nasional sangat bergantung pada ketangguhan pangan di tingkat desa.
“Kegiatan sambang dialogis ini merupakan bentuk komitmen nyata kami dalam mendukung program strategis Pemerintah Pusat. Kami ingin memastikan bahwa para petani di Dusun Luwuk memiliki semangat yang kuat untuk terus memproduksi pangan. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, Polri hadir untuk menjamin bahwa proses pertanian berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam keterangannya.
Menjamin Komunikasi Dua Arah dan Penyerapan Aspirasi Petani
Lebih dari sekadar memantau, kehadiran personel Bhabinkamtibmas bertujuan untuk menjalin komunikasi dua arah yang efektif antara kepolisian dan masyarakat agraris. Dalam dialog yang terjadi di pinggir sawah, petugas secara aktif menyerap berbagai aspirasi, keluhan, maupun kendala teknis yang dihadapi oleh petani selama proses bercocok tanam. Hal ini mencakup ketersediaan pupuk, sistem pengairan, hingga aksesibilitas bibit unggul.
Dengan teridentifikasinya kendala-kendala tersebut, Polri dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antara petani dengan instansi pemerintah terkait guna mencari solusi yang tepat sasaran. Komunikasi yang intensif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko gagal panen dan meningkatkan produktivitas hasil tani secara signifikan.
AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa pemberdayaan potensi agraria di Desa Tempos diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Jika kebutuhan konsumsi rumah tangga telah terpenuhi dari hasil bumi sendiri, maka ketergantungan terhadap pasokan luar dapat dikurangi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.
“Kami mendorong seluruh masyarakat di wilayah hukum Polsek Gerung untuk lebih aktif memberdayakan lahan yang ada. Pemanfaatan lahan secara optimal tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan meja makan sendiri, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi stabilitas pasokan pangan di wilayah Lombok Barat yang lebih luas,” tambahnya.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan Demi Kesejahteraan Desa
Aksi nyata di Dusun Luwuk ini diakhiri dengan kesepakatan dan komitmen bersama antara pihak kepolisian dan kelompok tani setempat untuk terus menjalin koordinasi yang intensif. Kepolisian menyadari bahwa mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh memerlukan napas panjang dan konsistensi, sehingga kehadiran Bhabinkamtibmas tidak akan berhenti pada satu kali kunjungan saja.
Pendampingan berkelanjutan ini menjadi kunci bagi terciptanya rasa aman bagi petani dalam bekerja. Selain aspek produksi, kehadiran Polri juga berfungsi untuk memastikan situasi kamtibmas di area pertanian tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat fokus pada peningkatan hasil panen tanpa adanya gangguan keamanan.
Melalui sinergi yang harmonis antara aparat penegak hukum dan sektor pertanian, diharapkan Desa Tempos dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam hal kemandirian pangan. Polri akan terus berada di garda terdepan untuk mengawal setiap program pemerintah yang bertujuan menyejahterakan rakyat, memastikan bahwa kedaulatan pangan nasional bukan sekadar jargon, melainkan realitas yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.











