Lombok Barat, NTB – Suasana malam terasa berbeda di Dusun Jerneng, Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Bukan suara deru langkah kaki yang memecah sunyi, melainkan obrolan hangat penuh nasihat antara aparat kewilayahan dan para pemuda setempat, Jum’at malam (27/2/2026).
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bagik Polak Barat, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, Serda Buyu Hendrawan turun langsung melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) menyusul laporan warga terkait dengan aktivitas balap lari malam hari usai salat tarawih yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Kebisingan dan kerumunan di jalan lingkungan sempat menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya para orang tua dan warga lanjut usia yang membutuhkan ketenangan saat beristirahat.
Alih-alih mengambil langkah tegas, Serda Buyu memilih pendekatan persuasif dan humanis. Ia duduk bersama para pemuda, mendengarkan alasan mereka, lalu memberikan arahan dengan bahasa yang santun dan membangun.
“Kami mengimbau kepada adik-adik semua agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum selama Ramadan ini. Jika ingin berolahraga atau menyalurkan hobi, mari kita cari tempat dan waktu yang tepat sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar,” ujarnya dengan penuh keakraban.
Menurutnya, pemuda adalah aset desa yang harus dibina, bukan dimarahi. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarwarga demi menciptakan suasana aman dan kondusif di Desa Bagik Polak Barat.
Sementara itu, Agus (18), salah satu perwakilan pemuda Dusun Jerneng, menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan Babinsa. Ia mengakui bahwa kegiatan tersebut belum dipikirkan dampaknya bagi masyarakat sekitar.
“Kami berkomitmen untuk tidak lagi melakukan balap lari di jalan lingkungan dan siap berkoordinasi apabila ingin mengadakan kegiatan olahraga yang lebih tertib dan terarah,” ucapnya.
Melalui kegiatan Komsos ini, terbangun kesadaran bersama bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Pendekatan dialogis yang dilakukan Babinsa menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik mampu meredam potensi gangguan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah warga.











