Berita

Sinergi Polri dan Petani Labuapi Manfaatkan Lahan Pekarangan

×

Sinergi Polri dan Petani Labuapi Manfaatkan Lahan Pekarangan

Share this article
Bhabinkamtibmas Labuapi Dampingi Petani Optimalkan Lahan Tidur

Lombok Barat, NTB – Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional kini tidak hanya bertumpu pada hamparan sawah yang luas, namun juga merambah hingga ke pemukiman warga melalui optimalisasi lahan pekarangan. Di Kabupaten Lombok Barat, sinergi antara Polri dan Petani menjadi langkah konkret dalam memastikan rantai produksi pangan tetap terjaga, mulai dari penanaman hingga masa panen tiba.

Menggerakkan Potensi Lokal Melalui Pendampingan Bhabinkamtibmas

Pada Jumat (27/2/2026), Bhabinkamtibmas Desa Labuapi melaksanakan aksi nyata dengan menyambangi warga binaannya di berbagai titik pemukiman. Kehadiran petugas kepolisian ini bukan sekadar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), melainkan berperan strategis sebagai akselerator program Ketahanan Pangan Nasional. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang sebelumnya terbengkalai, Polri dan Petani lokal berupaya mengubah area kosong menjadi sumber pangan produktif bagi keluarga.

Petugas di lapangan terpantau melakukan pendampingan teknis secara intensif. Di beberapa rumah warga, terlihat aktivitas budidaya tanaman hortikultura yang dikelola secara mandiri menggunakan media polybag. Komoditas seperti cabai dan berbagai jenis sayuran hijau menjadi prioritas karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, sektor perkebunan juga tidak luput dari perhatian, di mana petugas turut meninjau langsung kebun pepaya yang kini telah memasuki masa produktif.

Strategi Memastikan Optimalisasi Lahan Pertanian Luas

Tidak berhenti pada skala rumah tangga, pengawasan dan pendampingan juga diarahkan pada lahan pertanian yang lebih luas di wilayah Desa Labuapi. Fokus utama dalam giat kali ini adalah memastikan para petani jagung mendapatkan dukungan moral dan teknis agar proses pertumbuhan tanaman berjalan optimal tanpa kendala berarti. Interaksi hangat antara Polri dan Petani di tengah ladang menciptakan atmosfer kolaboratif yang diperlukan untuk menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat agraris adalah bentuk komitmen dalam mengawal instruksi pusat terkait ketahanan pangan. Menurutnya, stabilitas nasional dimulai dari kemandirian pangan di tingkat desa.

“Kami terus mendorong anggota di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk menjalin sinergi Polri dan Petani yang kuat. Tujuannya jelas, agar tidak ada satu jengkal tanah pun yang dibiarkan tidur tanpa manfaat,” ungkap Iptu I Nyoman Rudi Santosa.

Membangun Kesadaran Kolektif untuk Desa Mandiri Pangan

Program ini juga membawa misi edukasi bagi masyarakat luas. Bhabinkamtibmas Desa Labuapi secara konsisten mengajak warga untuk mengubah pola pikir dalam mengelola lahan. Dengan kolaborasi aktif antara Polri dan Petani dalam menanam komoditas pangan secara mandiri, masyarakat diharapkan dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus memproteksi diri dari fluktuasi harga pangan di pasar global.

Antusiasme warga terlihat cukup tinggi saat berdialog dengan petugas di lapangan. Banyak dari mereka yang mulai menyadari bahwa keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk tetap produktif. Pemanfaatan teknologi sederhana seperti sistem tanam polybag terbukti efektif menjadi solusi bagi warga yang tinggal di kawasan padat penduduk.

Keberlanjutan Program dan Penguatan Ketahanan Nasional

Polri berkomitmen untuk terus mengawal inisiatif ini secara berkelanjutan. Pendampingan tidak akan berhenti pada satu kali kunjungan, melainkan akan terus dimonitor secara berkala guna mengantisipasi adanya serangan hama atau kendala distribusi pupuk yang sering kali menjadi hambatan bagi kemajuan sektor pertanian di daerah.

Melalui langkah masif ini, Desa Labuapi diharapkan dapat menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mewujudkan kemandirian pangan. Sinergi yang terbangun antara Polri dan Petani menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional. Dengan terjaganya pasokan dari tingkat desa, pemerintah akan memiliki bantalan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan krisis pangan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *