Berita

Polres Lombok Barat Intensifkan Pendampingan Ketahanan Pangan Desa

×

Polres Lombok Barat Intensifkan Pendampingan Ketahanan Pangan Desa

Share this article
Bhabinkamtibmas Bagik Polak Barat Kawal Produktivitas Petani Lokal

Lombok Barat, NTB – Ketahanan pangan kini menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi besar tersebut, Polri melalui jajaran Polres Lombok Barat terus mengintensifkan pendampingan kepada para petani di lapangan. Aksi nyata ini terlihat saat personel Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak Barat terjun langsung ke tengah persawahan dan pekarangan warga untuk memastikan produktivitas pangan tetap terjaga di tengah tantangan iklim dan lahan.

Langkah proaktif ini dilakukan guna memberikan motivasi sekaligus edukasi teknis kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada secara maksimal. Melalui pendekatan yang humanis, Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam sektor agraria.

Komitmen Polri dalam Pendampingan Sektor Pertanian

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Jogot pada Selasa (24/02) ini menjadi bukti konsistensi aparat kepolisian dalam mendukung program swasembada pangan. Kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah petani bertujuan untuk memantau sejauh mana perkembangan produksi lokal, mulai dari fase penyemaian hingga masa panen tiba.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri dalam ketahanan pangan adalah untuk memastikan masyarakat memiliki kemandirian secara berkelanjutan.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus hadir memberikan motivasi kepada para petani. Tujuannya jelas, yakni memastikan setiap jengkal lahan, baik itu sawah maupun pekarangan rumah, dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan keluarga dan stabilitas ekonomi desa,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Optimalisasi Pembibitan di Lahan Terbatas

Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah meninjau area pembibitan yang dikelola oleh warga secara terstruktur. Mengingat ketersediaan lahan yang terkadang menjadi kendala, petugas memberikan apresiasi terhadap penggunaan sistem rak bertingkat dan polibag. Metode ini dinilai sangat efektif untuk memaksimalkan lahan terbatas di sekitar pemukiman warga tanpa mengurangi kualitas hasil tanaman.

Selain penggunaan polibag, pemantauan juga dilakukan pada area persemaian yang terlindungi di bawah peneduh bambu. Langkah teknis ini dilakukan untuk menjamin kualitas bibit sebelum dipindahkan ke lahan terbuka atau persawahan yang lebih luas. Dengan pembibitan yang baik, diharapkan angka kegagalan tanam dapat diminimalisir sehingga hasil produksi pada akhir musim nanti bisa mencapai target yang diharapkan.

Monitoring Pertumbuhan dan Pendampingan Teknis Lapangan

Tidak hanya terpaku pada pembibitan, personel kepolisian juga turun langsung ke area persawahan guna memantau perkembangan tanaman jagung yang kini telah memasuki fase pertumbuhan tinggi. Dalam interaksi tersebut, petugas tidak segan-segan ikut membantu petani dalam melakukan pemeliharaan teknis di lapangan. Dengan menggunakan alat pertanian tradisional, sinergi antara petugas dan petani tampak begitu kental, menunjukkan bahwa kepolisian benar-benar memahami dinamika yang dihadapi oleh para penggarap lahan.

Pemantauan secara berkala ini sangat krusial untuk mendeteksi dini adanya gangguan hama atau kendala irigasi yang mungkin muncul. Pendampingan yang konsisten diharapkan dapat memberikan rasa aman dan semangat bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas tanamannya. Dukungan moral dari aparat penegak hukum diakui oleh warga memberikan dampak positif terhadap optimisme mereka dalam menghadapi musim tanam kali ini.

Pengawalan Masa Panen dan Distribusi Hasil Bumi

Sebagai bentuk dukungan pada tahap akhir produksi, Bhabinkamtibmas juga terlibat langsung dalam pendampingan saat proses panen raya jagung berlangsung. Kehadiran petugas di lapangan saat panen bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan proses penimbangan dan pengemasan hasil panen ke dalam karung berjalan dengan lancar dan adil.

Kelancaran distribusi pangan lokal menjadi poin penting dalam menjaga harga di tingkat petani agar tetap stabil. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan tidak ada kendala dalam rantai pasokan dari sawah hingga ke pasar atau konsumen. Pihak kepolisian menekankan bahwa ketahanan pangan yang tangguh akan tercipta apabila ada kerja sama yang erat antara produsen, pemerintah, dan aparat keamanan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu menopang kebutuhan harian masyarakat setempat, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kedaulatan pangan nasional secara luas dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *