Berita

Jalan Utama Buwun Mas Amblas, Polisi Arahkan Jalur Alternatif

×

Jalan Utama Buwun Mas Amblas, Polisi Arahkan Jalur Alternatif

Share this article
Jalan amblas, Sekotong Lombok Barat, Cuaca ekstrem NTB, Polsek Sekotong, Desa Buwun Mas, Jalur alternatif Sekotong, Berita Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Barat dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada infrastruktur vital. Akses transportasi yang menghubungkan Desa Taman Baru dan Desa Buwun Mas, tepatnya di ruas jalan Batu Bong Melah, Dusun Repok Gapuk, Kecamatan Sekotong, dilaporkan amblas parah pada Selasa (24/2/2026). Kerusakan ini menyebabkan jalur utama tersebut hampir putus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Peninjauan Langsung dan Kondisi Terkini Lapangan

Merespons laporan masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut, jajaran kepolisian segera bergerak cepat untuk memastikan keamanan di lokasi kejadian. Sekitar pukul 09.00 WITA, personel dari Polsek Sekotong melakukan pengecekan mendalam guna memetakan tingkat kerusakan serta potensi bahaya bagi pengguna jalan.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, kondisi aspal nampak mengalami retakan hebat dengan kedalaman amblas yang diperkirakan mencapai 2 hingga 4 meter. Kerusakan ini memakan hampir 90 persen badan jalan, menyisakan ruang yang sangat sempit dan rawan runtuh susulan. Dugaan sementara, amblasnya jalan ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan aliran air dari tebing sisi kiri jalan menggerus struktur tanah di bawah aspal secara terus-menerus.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., memberikan penjelasan mendetail mengenai situasi darurat ini. Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

“Kami telah melakukan pengecekan langsung di titik lokasi amblasnya jalan utama ini. Kondisinya cukup mengkhawatirkan karena struktur jalan terus mengalami degradasi atau penurunan akibat gerusan air hujan yang masih berlangsung hingga pagi ini,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat ditemui di lokasi kejadian.

Pembatasan Akses dan Rekayasa Lalu Lintas

Mengingat kondisi jalan yang sangat labil, pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas dengan menutup akses bagi kendaraan roda empat (R4). Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan atau amblasnya jalan lebih dalam yang dapat menelan korban jiwa. Saat ini, hanya kendaraan roda dua (R2) yang diizinkan melintas, itu pun dengan pengawasan ketat dan sistem buka-tutup.

Unit Lantas Polsek Sekotong juga telah memasang berbagai perangkat pengamanan di kedua sisi jalan, mulai dari water barrier hingga papan peringatan dini. Langkah ini diambil agar pengendara yang datang dari kejauhan dapat segera mengurangi kecepatan dan waspada terhadap rintangan di depan.

“Saat ini, akses jalan kami nyatakan terputus untuk kendaraan roda empat karena lebar jalan yang tersisa tidak memungkinkan untuk dilalui secara aman. Kami hanya memberikan izin melintas bagi kendaraan roda dua dengan sistem antrean dan pengawasan ketat dari personel yang siaga di lokasi,” tambah Iptu I Ketut Suriarta.

Jalur Alternatif Bagi Masyarakat

Sebagai dampak dari terputusnya jalur utama Batu Bong Melah, mobilitas warga menuju Desa Buwun Mas mengalami hambatan signifikan. Jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses vital bagi masyarakat setempat. Untuk menyiasati hal tersebut, kepolisian mengarahkan pengguna kendaraan roda empat untuk menggunakan jalur alternatif demi keamanan perjalanan.

Masyarakat yang hendak menuju Desa Buwun Mas atau sebaliknya disarankan untuk memutar melalui jalur alternatif via Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, warga juga dapat menggunakan Jalur Pelangan, Kecamatan Sekotong, meskipun jarak tempuh menjadi lebih jauh dibandingkan jalur utama yang saat ini tengah diperbaiki.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Penanganan Darurat

Pihak Kepolisian Sektor Sekotong menyatakan telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah tingkat kecamatan dan instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat. Dikhawatirkan, jika tidak segera mendapatkan perbaikan fisik atau penguatan tanggul, kerusakan akan meluas hingga ke area pemukiman warga di sekitar Dusun Repok Gapuk.

Iptu I Ketut Suriarta menekankan pentingnya sinergi dalam menangani bencana infrastruktur ini agar aktivitas masyarakat kembali normal secepat mungkin. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sekotong untuk langkah penanganan darurat. Harapannya, segera ada langkah teknis guna mencegah kerusakan meluas ke area pemukiman atau memutus total akses antar desa yang sangat vital ini,” pungkasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tetap waspada saat berkendara di musim penghujan, terutama saat melintasi daerah perbukitan yang rawan longsor dan jalan amblas. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personel masih disiagakan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat yang melintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *