Lombok Barat, NTB – Ketahanan pangan nasional kini bukan lagi sekadar wacana di tingkat pusat, melainkan telah bertransformasi menjadi aksi nyata hingga ke pelosok desa. Di Kabupaten Lombok Barat, komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi erat antara aparat kepolisian dan warga lokal dalam memanfaatkan setiap jengkal tanah yang ada. Langkah ini diambil guna memastikan kemandirian pangan dapat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur ekonomi pedesaan secara menyeluruh.
Inisiatif Silaturahmi Produktif di Desa Perampuan
Pada Senin (23/02), suasana di Desa Perampuan tampak berbeda dengan kehadiran personel Bhabinkamtibmas yang melakukan kegiatan sambang warga. Namun, kunjungan kali ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Petugas Kepolisian turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan program “Silaturahmi Produktif”, sebuah inisiatif yang dirancang untuk meninjau sekaligus memotivasi pemanfaatan lahan pemukiman warga agar menjadi lebih berdaya guna.
Kegiatan ini merupakan representasi dari instruksi Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa. Pihak kepolisian memandang bahwa stabilitas keamanan wilayah berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui ketersediaan pangan yang memadai di tingkat rumah tangga.
Pendampingan Teknis dan Optimalisasi Lahan Terbatas
Dalam kunjungan tersebut, petugas Bhabinkamtibmas tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra diskusi bagi warga. Berdasarkan pemantauan di lokasi, terlihat warga Desa Perampuan mulai menunjukkan kreativitas tinggi dalam mengelola lahan sempit di sekitar tempat tinggal mereka. Penggunaan rak-rak kayu yang disusun secara efisien menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk produktif. Rak-rak tersebut menampung ratusan bibit tanaman pangan yang tertata rapi, menciptakan ekosistem hijau di tengah pemukiman.
Monitoring terhadap tanaman hortikultura juga dilakukan secara intensif. Petugas bersama warga mengecek satu per satu kondisi fisik tanaman sayuran guna memastikan tidak ada serangan hama yang berarti dan kualitas tumbuh kembang tanaman tetap terjaga. Selain penanaman langsung di tanah, warga juga memanfaatkan media polibag untuk pembibitan cabai dan berbagai jenis sayuran lainnya, yang dinilai lebih fleksibel dan mudah dalam perawatan harian.
Komitmen Polri dalam Mengawal Ketahanan Pangan
Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman sekaligus dukungan teknis terhadap program-program pemerintah yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak. Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan adalah kunci untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mengawal program ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki motivasi yang kuat untuk mandiri secara pangan,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa memberikan keterangan.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa edukasi yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas mencakup dorongan untuk diversifikasi komoditas. Masyarakat disarankan tidak hanya terpaku pada satu jenis tanaman, tetapi mulai mengembangkan variasi tanaman bergizi lainnya seperti tomat dan sayuran hijau, bahkan jika memungkinkan, mengintegrasikannya dengan sektor perikanan skala kecil atau peternakan unggas di lingkungan rumah.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Warga Binaun
Manfaat dari gerakan pemanfaatan lahan ini dirasakan langsung oleh warga Desa Perampuan. Dengan memproduksi bahan pangan sendiri, pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan dapur dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, hasil panen yang berlebih memiliki potensi untuk dipasarkan di lingkungan sekitar, sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi tambahan bagi keluarga.
“Langkah ini ditekankan sebagai kontribusi nyata masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Kepolisian setempat berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam mengoptimalkan potensi pekarangan agar mampu menghasilkan pangan secara mandiri dan menopang ekonomi rumah tangga di Desa Perampuan,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam pernyataannya.
Harapannya, pola hidup produktif seperti yang diterapkan di Desa Perampuan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Labuapi dan sekitarnya. Melalui sinergi yang harmonis antara Polri dan masyarakat, visi swasembada pangan bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai, dimulai dari langkah kecil di halaman rumah sendiri.











