Lombok Barat, NTB – Konsistensi jajaran kepolisian dalam mendukung program kesehatan nasional kembali dibuktikan oleh Polsek Kediri, Polres Lombok Barat. Pada Jumat pagi, 20 Februari 2026, Korps Bhayangkara ini kembali turun ke tengah masyarakat untuk melaksanakan aksi kemanusiaan bertajuk “Polsek Kediri Peduli Stunting”. Program yang mengusung jargon “Satu Personel Satu Butir Telur” ini kini telah memasuki pekan ke-146, sebuah capaian yang menunjukkan dedikasi jangka panjang dalam menekan angka tengkes di wilayah tersebut.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA ini dipusatkan di Dusun Pelowok Selatan, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Personel kepolisian tidak hanya datang membawa bantuan fisik, tetapi juga membawa misi edukasi bagi orang tua balita mengenai pentingnya asupan protein hewani untuk tumbuh kembang anak.
Inisiatif Berkelanjutan Berbasis Keikhlasan Personel
Program ini lahir dari gagasan kreatif internal kepolisian yang menyadari bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kediri, Iptu Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menegaskan bahwa gerakan ini didasari oleh semangat gotong royong dan kesadaran kolektif seluruh anggota.
“Kegiatan Polsek Kediri Peduli Stunting melalui aksi satu personel satu butir telur ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan murni gagasan yang dilandaskan pada kesepakatan dan keikhlasan bersama dari seluruh personel Polsek Kediri untuk membantu menekan angka stunting di wilayah kami,” ujar Iptu Pulung Anggara Surya Putra dalam keterangannya.
Menurutnya, konsistensi hingga memasuki minggu ke-146 adalah bukti bahwa Polri serius dalam mengawal isu kesehatan masyarakat, khususnya pada periode emas pertumbuhan balita. Telur dipilih sebagai komoditas utama karena merupakan sumber protein yang mudah didapat, ekonomis, namun memiliki dampak signifikan terhadap pencegahan gangguan pertumbuhan pada anak.
Sinergi Bersama Pemuda dan Masyarakat Desa
Ada pemandangan menarik dalam pelaksanaan kegiatan kali ini. Kepedulian aparat kepolisian rupanya memantik semangat solidaritas dari elemen masyarakat lainnya. Kelompok pemuda-pemudi dari Desa Gelogor turut memberikan dukungan nyata dengan menyumbangkan satu tray telur untuk digabungkan dengan donasi para personel Polsek Kediri.
Dukungan dari sektor pemuda ini menjadi energi tambahan bagi kepolisian. Seluruh telur yang terkumpul kemudian didistribusikan langsung kepada orang tua dan balita yang terindikasi stunting. Proses distribusi ini tidak dilakukan secara tertutup, melainkan melibatkan pendampingan dari kader Posyandu Dusun Karang Bedil, Desa Kediri.
Keterlibatan kader Posyandu menjadi kunci agar bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal. Telur-telur yang diterima warga kemudian diolah menjadi berbagai jenis makanan sehat dan bergizi di bawah arahan kader kesehatan, sehingga siap dikonsumsi oleh balita dalam bentuk menu yang menggugah selera namun tetap padat nutrisi.
Harapan Menuju Target Zero Stunting
Kedatangan Kanit Binmas Polsek Kediri beserta jajaran di pemukiman warga disambut hangat oleh para orang tua. Raut wajah syukur terpancar saat bantuan diserahkan secara langsung ke rumah-rumah warga. Bagi masyarakat, perhatian rutin dari pihak kepolisian memberikan dorongan moral bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi permasalahan gizi anak.
Iptu Pulung Anggara Surya Putra menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemicu bagi pihak-pihak lain untuk turut berkontribusi. Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, kader posyandu, dan tokoh pemuda, target besar untuk mencapai nol kasus stunting bukan lagi hal yang mustahil.
“Harapan kami sangat jelas, yakni menuju Zero Stunting di wilayah hukum Polsek Kediri. Kami memberikan support penuh kepada warga agar anak-anak di Lombok Barat, khususnya di Kediri, dapat tumbuh sehat dan cerdas sebagai generasi penerus bangsa. Kami akan terus mengawal program ini secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui aksi nyata yang sudah berjalan hampir tiga tahun ini, Polsek Kediri membuktikan bahwa fungsi Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek, termasuk dalam memastikan kualitas kesehatan generasi masa depan.











