Bali NusraBeritaBerita NTBKLULombokLombok UtaraLotaraNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRI

Lombok Utara Resmi Deklarasikan Peradaban Kurma Dunia

×

Lombok Utara Resmi Deklarasikan Peradaban Kurma Dunia

Share this article

Lombok Utara, NTB — Semangat baru tumbuh di Alun-Alun Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Di jantung Bumi Tioq Tata Tunak, pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri, akademisi, dan masyarakat menyatakan tekad besar melalui Deklarasi Peradaban Kurma Dunia di KLU, Jum’at (20/2/2026).

Kegiatan yang digagas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Lombok Utara ini dihadiri Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., serta Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Inf. Nyarman, M. Tr(Han). Turut hadir unsur Forkopimda, perwakilan BRIN, Kejaksaan, Kemenag, BPS, camat, kepala desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Tresnahadi, S.Pt., dalam laporannya mengungkapkan bahwa sejak 2016 hingga 2024 tercatat 3.007 pohon kurma telah ditanam di Gangga, Tanjung, Kayangan, Bayan, dan Pemenang. Dari jumlah tersebut, sekitar 224 pohon telah berbuah dan lebih dari 500 pohon mulai mengeluarkan mayang.

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi tentang masa depan. Kurma telah menjadi gerakan pertanian masyarakat. Ini fondasi menuju Lombok Utara sebagai kawasan kurma dunia,” ujar Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., Bupati KLU.

Ia menambahkan, meski mayoritas kurma yang tumbuh masih varietas lokal dengan kualitas standar, pemerintah daerah akan mendorong pengembangan varietas unggulan Kurma Kumari Barhee yang memiliki rasa manis legit, tekstur lembut, dan daya saing internasional.

“Dengan pendampingan teknologi, peningkatan kualitas bibit, dan manajemen agribisnis modern, kita optimistis Lombok Utara bisa menjadi sentra kurma tropis unggulan,” tegas Kepala Dinas Pertanian KLU, Tresnahadi, S.Pt.

Sementara itu, Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf. Nyarman, M. Tr.(Han)., menyampaikan dukungan penuh TNI terhadap pengembangan kurma sebagai bagian dari ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“TNI melalui Babinsa siap mendampingi petani dalam proses budidaya, perawatan hingga distribusi hasil panen. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan wilayah. Ketika petani kuat, ekonomi daerah kuat, maka stabilitas wilayah pun terjaga,” tegasnya.

Puncak acara ditandai dengan deklarasi resmi oleh Bupati KLU yang menyatakan daerahnya sebagai pusat peradaban kurma tropis dunia di Indonesia. Ia menegaskan bahwa iklim tropis dan lahan kering bukan hambatan, melainkan peluang strategis yang harus dikelola secara ilmiah dan berkelanjutan.

Deklarasi ini menjadi tonggak sejarah baru. Dari tanah yang dahulu dipandang biasa, kini tumbuh optimisme besar menuju agribisnis kurma modern berkelas dunia. Lombok Utara tidak sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan, kemandirian, dan kebanggaan daerah di panggung global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *