Berita

Operasi Keselamatan Rinjani 2026: Polisi Rangkul Komunitas Motor

×

Operasi Keselamatan Rinjani 2026: Polisi Rangkul Komunitas Motor

Share this article
Polres Lobar Ajak Komunitas Motor Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memperkuat budaya tertib di jalan raya, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus mengintensifkan langkah-langkah preventif. Melalui Subsatgas Dikmas yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Preemtif Operasi Keselamatan Rinjani 2026, pihak kepolisian menggelar kegiatan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lalu Lintas yang menyasar komunitas otomotif lokal.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi, 8 Februari 2026 tersebut, dipusatkan di kawasan strategis Bundaran GMS (Giri Menang Square), Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan lokasi ini dinilai tepat mengingat Bundaran GMS merupakan titik kumpul ikonik bagi berbagai komunitas kendaraan bermotor sekaligus jalur utama mobilisasi masyarakat.

Sasar Komunitas Biker demi Kamseltibcar Lantas

Fokus utama dari kegiatan hari ini adalah merangkul komunitas Biker Dmunk Motor Sport yang tengah berkumpul di pangkalan mereka. Polisi menilai bahwa komunitas motor memiliki peran krusial sebagai agen perubahan atau role model bagi pengendara lain dalam mematuhi aturan lalu lintas. Edukasi ini bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan bentuk pendekatan humanis untuk membangun kesadaran kolektif.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan komunitas dalam Operasi Keselamatan Rinjani 2026 merupakan kunci terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas).

“Kami hadir di tengah-tengah komunitas Biker Dmunk Motor Sport hari ini untuk memberikan edukasi mendalam terkait pentingnya keselamatan berkendara. Komunitas motor harus menjadi pelopor keselamatan, bukan justru menjadi bagian dari pelanggaran di jalan raya,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Edukasi Mendalam dan Pencegahan Fatalitas Kecelakaan

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 09.30 Wita tersebut, personel Subsatgas Dikmas memberikan penjelasan mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai standar, seperti helm SNI, jaket, dan sepatu. Selain itu, petugas juga menyoroti bahaya penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis serta pentingnya menjaga etika saat berkendara secara berkelompok (touring).

Iptu Anton menambahkan bahwa Operasi Keselamatan Rinjani 2026 ini menitikberatkan pada pencegahan faktor-faktor penyebab kecelakaan yang sering kali dimulai dari pelanggaran kecil. Dengan memberikan pemahaman langsung kepada komunitas, diharapkan pesan keselamatan ini dapat tersebar lebih luas ke lingkungan sosial mereka masing-masing.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Tujuan utama kami adalah mengedukasi rekan-rekan komunitas agar selalu memperhatikan keselamatan, dengan selalu mematuhi aturan yang berlaku di jalan raya. Jika komunitas motornya tertib, maka pesan ini akan tersampaikan kepada masyarakat umum secara lebih efektif,” jelas Iptu Anton lebih lanjut.

Respon Positif dari Pelaku Komunitas

Di lokasi Bundaran GMS, para anggota komunitas Biker Dmunk Motor Sport tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Diskusi dua arah terjadi antara petugas dan para pengendara, di mana para biker mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai aturan-aturan terbaru serta tips berkendara aman di medan jalan yang menantang.

Pihak kepolisian berharap melalui Dikmas Lantas yang berkelanjutan ini, angka fatalitas kecelakaan di wilayah hukum Polres Lombok Barat dapat ditekan secara signifikan. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Polri untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang mendominasi komunitas motor.

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 sendiri akan terus dilaksanakan dengan berbagai sasaran strategis lainnya, mulai dari lingkungan sekolah, pangkalan ojek, hingga perusahaan transportasi umum, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya keselamatan di jalan raya sebagai kebutuhan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *