Berita

Polsek Gerung Pantau Stok Jagung di Desa Beleka

×

Polsek Gerung Pantau Stok Jagung di Desa Beleka

Share this article
Pastikan Stok Aman, Bhabinkamtibmas di Gerung Cek Gudang Jagung

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya nyata mendukung stabilitas pangan nasional, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Polsek Gerung secara intensif melakukan pemantauan terhadap komoditas pangan di tingkat produsen. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, personel Bhabinkamtibmas Desa Beleka melakukan pengecekan langsung terhadap stok jagung di sejumlah gudang milik warga binaan guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan cadangan pangan daerah.

Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mengawal program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Dengan turun langsung ke lapangan, kepolisian berupaya memastikan bahwa hasil jerih payah petani lokal dapat terserap secara maksimal dan tidak mengalami kendala dalam proses penyimpanannya sebelum didistribusikan ke pasar maupun lembaga terkait.

Monitoring Intensif di Gudang Komoditas Desa Beleka

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini menyasar beberapa lokasi strategis di Desa Beleka, di antaranya adalah gudang milik UD Sari Padi yang dikelola oleh saudara Muhnam, serta gudang penyimpanan milik saudara Rozi. Dalam peninjauan tersebut, petugas melihat secara langsung aktivitas pasca-panen yang sedang berlangsung, di mana sebagian besar jagung masih dalam tahap penjemuran untuk mencapai kadar air yang ideal, sementara sebagian lainnya telah melalui proses pengemasan.

Kondisi stok di kedua gudang tersebut terpantau dalam keadaan mencukupi dan tersimpan dengan baik. Peninjauan ini tidak hanya sekadar pemeriksaan fisik, tetapi juga menjadi sarana komunikasi antara Polri dan pelaku usaha pertanian untuk mendeteksi dini jika terdapat kendala dalam rantai pasok. Hal ini penting untuk mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan petani maupun konsumen di kemudian hari.

Dukungan Polri Terhadap Penyerapan Cadangan Pangan Pemerintah

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya sinkronisasi antara hasil produksi petani dengan kebijakan penyerapan pangan pemerintah. Menurutnya, kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap kondusif dan aman.

“Kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh personel Bhabinkamtibmas ini bertujuan untuk memastikan bahwa stok jagung hasil panen petani di Desa Beleka dapat terserap secara optimal, terutama oleh BULOG sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Kami ingin menjamin bahwa ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Gerung tetap terjaga, selaras dengan program prioritas pemerintah pusat,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat memberikan keterangan resminya.

Beliau menambahkan bahwa keberadaan jagung sebagai salah satu komoditas strategis harus dipantau secara berkala. Hal ini dikarenakan jagung tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan pokok alternatif, tetapi juga merupakan komponen utama dalam industri pakan ternak yang memengaruhi harga komoditas protein seperti telur dan daging di pasaran.

Membangun Komunikasi Harmonis dengan Warga Binaan

Selain fokus pada aspek teknis ketersediaan pangan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat. Melalui dialog humanis dengan pengusaha gudang seperti Muhnam dan Rozi, Polri berupaya menciptakan rasa aman bagi para pelaku usaha pertanian dalam menjalankan aktivitas ekonominya.

“Melalui sambang desa ini, kami tidak hanya bicara soal angka stok, tetapi juga mendengarkan aspirasi warga binaan. Kami ingin hubungan yang baik ini terus terjaga, sehingga setiap potensi gangguan keamanan maupun kendala terkait distribusi pangan dapat kita antisipasi bersama secara dini,” tambah AKP Lale Dewi Lungit Tanauran.

Respon positif pun datang dari para pemilik gudang di Desa Beleka. Kehadiran Polri di tengah-tengah mereka dinilai memberikan rasa tenang, terutama dalam memastikan keamanan aset hasil panen yang saat ini jumlahnya cukup melimpah. Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah Desa Beleka dilaporkan dalam keadaan kondusif dan lancar tanpa adanya kendala berarti.

Dengan adanya pengawasan rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga jagung di tingkat petani tetap terjaga dan kontribusi Desa Beleka terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Lombok Barat dapat terus meningkat secara signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *