Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor Lombok Barat terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di titik-titik rawan kriminalitas. Sebagai langkah nyata dalam menekan angka kejahatan jalanan, personel Unit Patroli Sat Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli preventif dengan metode Blue Light di sepanjang jalur Bypass BIL II, Sabtu malam (17/1/2026).
Langkah ini diambil mengingat jalur Bypass BIL II merupakan urat nadi transportasi yang vital namun sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi tindak pidana maupun gangguan ketertiban umum pada jam-jam rawan.
Strategi Preventif Melalui Metode Blue Light
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 23.45 WITA ini memfokuskan pemantauan pada sepanjang jalur bypass yang masuk dalam wilayah hukum Polres Lombok Barat. Dengan menyalakan lampu rotator berwarna biru secara konsisten, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi para pelaku kriminalitas yang hendak melancarkan aksinya.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya sistematis kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada pengguna jalan dan warga sekitar. Kehadiran fisik petugas di lapangan menjadi kunci utama dalam meminimalisir niat dan kesempatan para pelaku kejahatan.
“Kami melaksanakan giat KRYD Patroli Preventif dengan metode Blue Light ini secara intensif di jalur Bypass BIL II. Tujuannya sangat jelas, yakni guna mencegah terjadinya aksi 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya yang dapat meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Lombok Barat,” ujar Iptu Eko Nugroho saat memberikan keterangan resmi.
Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan
Selain fokus pada pencegahan tindak pidana 3C, personel Unit Patroli Samapta juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi aksi balap liar yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Jalur bypass yang lurus dan mulus sering kali disalahgunakan oleh sekelompok pemuda untuk melakukan aksi balap liar pada tengah malam hingga dini hari, yang tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Selama penyisiran, personel kepolisian tidak hanya melintas secara kontinu, namun juga menerapkan strategi berhenti sejenak di titik-titik strategis. Beberapa area seperti underpass dan lokasi yang minim penerangan menjadi sasaran stasioner petugas guna memastikan tidak ada celah bagi pelaku kriminalitas seperti pembegalan.
“Kami juga mengantisipasi terjadinya aksi balap liar, begal, serta tindak kriminalitas lainnya di sepanjang jalur Bypass BIL I. Personel kami sesekali berhenti di underpass atau di tempat-tempat yang dianggap rawan begal dan 3C. Hal ini dilakukan guna menciptakan dan memastikan situasi Kamtibmas di seputaran dalam keadaan aman dan kondusif bagi siapa saja yang melintas,” tambah Iptu Eko Nugroho.
Sinergi Menuju Situasi Kondusif
Dalam pelaksanaan tugasnya, para personel tetap mengedepankan sikap humanis namun tegas. Mereka memantau setiap pergerakan yang mencurigakan di sepanjang jalur tersebut. Patroli ini diharapkan mampu memberikan dampak psikologis positif bagi masyarakat yang masih beraktivitas di malam hari, sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada para pelaku kejahatan bahwa kepolisian selalu bersiaga.
Sejauh pemantauan di lapangan hingga berakhirnya giat patroli pada dini hari tersebut, situasi di sepanjang jalur Bypass BIL II terpantau aman terkendali. Tidak ditemukan adanya kerumunan yang mengarah pada aksi balap liar maupun laporan mengenai tindak kekerasan jalanan. Polres Lombok Barat pun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemui hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar mereka.
Dengan konsistensi pelaksanaan Patroli Blue Light ini, Polres Lombok Barat berharap wilayah tersebut tetap menjadi zona yang aman bagi masyarakat dan wisatawan yang melintas menuju pusat kota maupun bandara, sekaligus memperkuat citra positif keamanan di wilayah Nusa Tenggara Barat.











